Jember (beritajatim.com) – Tiga tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember dari Kabupaten Jember, Jawa timur, memborong medali emas dalam ajang The International Business Innovation and Idea Competition (Inovasi), yang diselenggarakan oleh Faculty of Business and Management, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.
Kejuaraan tersebut diselenggarakan pada 12 Desember 2024. Tim Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi yang dipimpin Aldi Agustriono berhasil meraih Grand Award menampilkan inovasi berjudul ‘Accounting Technopreneurs: Transforming Classrooms into Thriving Corps’ yang berfokus pada integrasi pendidikan akuntansi dengan dunia bisnis yang aplikatif dan berdampak nyata.
Sebagaimana dilansir Humas Unej, Sabtu (28/12/2024), Aldi menyebut penghargaan Grand Award itu memotivasi dirinya dan kawan-kawannya untuk terus mengembangkan inovasi technopreneurship dalam pendidikan.
Tim Ecofriendly Dragon Straw (EcDraS) yang dipimpin Enggita Salsabila, meraih Special Award karena menampilkan proyek yang mengusung praktik pertanian berkelanjutan melalui produk ramah lingkungan. :Kami ingin EcDraS menjadi solusi berkelanjutan yang dapat menginspirasi banyak pihak untuk lebih peduli pada lingkungan,” kata Ketua Tim EcDraS Enggita Salsabila.
Sementara itu Tim Badan Eksekutif Mahasiswa FEB yang diketuai Yasmine Cahya Syifa menampilkan inovasi ‘Nature, Tradition and Change: The Story of SukoSuko’. Tim BEM FEB mengangkat nilai-nilai tradisi lokal sebagai produk unggulan berkelanjutan.
Yasmine bangga SukoSuko kini menjadi cerita tradisi yang mendunia. “Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan ini,” katanya.
Dekan FEB Unej Isti Fadah menyebut keberhasilan itu merupakan bukti dedikasi mahasiswa dan dosen dalam menciptakan inovasi yang berdampak luas. “Kami akan terus menjadi pionir dalam membentuk generasi muda yang mampu bersaing secara global,” katanya.
Dekan Fakultas Perniagaan dan Pengurusan (FPP) UniSZA Mazuri binti Abd Ghani menyebut inovasi yang ditampilkan mahasiswa FEB Unej membuktikan keunggulan pendidikan Indonesia. “Ini juga menunjukkan bagaimana generasi muda Indonesia dapat berkontribusi dengan ide-ide kreatif, inovatif, dan solutif,” katanya. [wir]






