Jakarta (beritajatim.com) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap peningkatan eskalasi konflik di Yaman dan Israel.
Serangan udara Israel di Bandara Internasional Sana’a, pelabuhan Laut Merah, serta stasiun pembangkit listrik di Yaman dilaporkan menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk tiga orang tewas serta puluhan lainnya cedera.
Salah satu korban luka adalah anggota kru Layanan Udara Kemanusiaan PBB (UNHAS). Insiden ini terjadi saat delegasi tingkat tinggi PBB yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, berada di bandara tersebut.
Dikutip dari pernyataan resmi PBB, Sabtu (28/12/2024), delegasi itu baru saja menyelesaikan diskusi terkait situasi kemanusiaan di Yaman dan pembebasan personel PBB serta tahanan lainnya.
Dampak Serangan terhadap Stabilitas Regional
Serangan udara ini mengikuti rangkaian tindakan eskalatif oleh kelompok Houthi di Laut Merah selama setahun terakhir. Aktivitas tersebut dinilai membahayakan warga sipil, stabilitas kawasan, serta kebebasan navigasi maritim.
Guterres menekankan pentingnya menghormati hukum internasional, termasuk hukum kemanusiaan, dalam semua keadaan. Ia mengimbau semua pihak untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, serta memastikan keamanan personel kemanusiaan yang tidak boleh menjadi sasaran serangan.
Sekjen PBB juga menyuarakan kekhawatirannya terhadap risiko eskalasi lebih lanjut di kawasan yang dapat menghambat operasi kemanusiaan.
Dengan jutaan orang di Yaman bergantung pada bantuan untuk bertahan hidup, serangan terhadap pelabuhan Laut Merah dan Bandara Sana’a dinilai membahayakan upaya penyelamatan tersebut.
Lebih lanjut, Guterres mengingatkan bahwa eskalasi konflik hanya akan merusak upaya mediasi yang dipimpin oleh Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, dalam mencapai solusi politik yang dinegosiasikan.
Seruan Pembebasan Tahanan
Sekretaris Jenderal kembali menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap semua personel PBB dan tahanan lainnya yang ditahan secara sewenang-wenang oleh kelompok Houthi.
PBB terus mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan segala tindakan militer demi mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah di kawasan tersebut. (hdl)






