Jakarta (beritajatim.com) – Tragedi Kanjuruhan menjadi titik balik dalam upaya meningkatkan keamanan stadion sepak bola di Indonesia. Sebagai respons atas kejadian tersebut, FIFA dan PSSI bekerja sama untuk melakukan transformasi besar-besaran pada infrastruktur sepak bola Tanah Air.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, FIFA telah melakukan dua tahap kunjungan ke berbagai stadion di Indonesia. Tim ahli dari FIFA, bersama dengan perwakilan PSSI, melakukan studi mendalam untuk menilai kondisi existing dan memberikan rekomendasi perbaikan. Fokus utama studi ini adalah pada aspek keamanan dan keselamatan penonton.
Hasil dari studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun standar baru untuk stadion sepak bola di Indonesia. Standar ini akan mengacu pada praktik terbaik internasional, sehingga dapat menjamin keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan sepak bola.
Transformasi stadion sepak bola di Indonesia tidak hanya melibatkan FIFA dan PSSI, tetapi juga berbagai pihak terkait lainnya, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, klub-klub sepak bola, dan pemerintah daerah. Kolaborasi yang kuat ini diharapkan dapat mempercepat proses transformasi dan menghasilkan stadion yang lebih baik.
“Dengan dukungan dari FIFA, kami ingin memastikan stadion-stadion kita memenuhi standar internasional, sehingga para pemain, ofisial, dan penggemar dapat menikmati sepak bola dengan rasa aman,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Melalui proyek transformasi stadion ini, diharapkan sepak bola Indonesia dapat bangkit dari keterpurukan dan menjadi olahraga yang lebih aman, lebih profesional, dan lebih menyenangkan bagi seluruh masyarakat.
Stadion yang telah direnovasi dan memenuhi standar internasional tidak hanya akan menjadi tempat pertandingan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola Indonesia (faw/ian)






