Bondowoso (beritajatim.com) – Sebuah insiden tragis terjadi di Dusun Pasnan, RT 71/RW 8, Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Kamis (19/12/2024).
Dua warga setempat, Badri dan Tohi, terjatuh ke dalam sumur sedalam 40 meter saat sedang melakukan aktivitas pengurasan. Kejadian ini mengakibatkan salah satu korban, Bapak Tohi (60), meninggal dunia.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari BPBD Bondowoso pada pukul 10.50 WIB.
“Kami langsung menindaklanjuti laporan ini dengan menyusun peralatan dan strategi penyelamatan,” katanya kepada BeritaJatim.com.
Namun, dalam proses evakuasi, tim sempat mengalami kendala karena keterbatasan peralatan yang memadai untuk vertical rescue.
Proses penyelamatan dilakukan oleh gabungan tim dari Damkar Bondowoso, Basarnas Jember, BPBD, Koramil Grujugan, dan Polsek Grujugan.
“Upaya penyelamatan berlangsung selama lebih dari tiga jam, dimulai dari pukul 10.50 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 13.35 WIB,” ulasnya.

Sayangnya, saat dievakuasi, korban Tohi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Menurut informasi yang diterima, insiden bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika kedua korban sedang membersihkan sumur di lokasi tersebut.
“Tanpa disadari, mereka terjatuh ke dalam sumur, yang diduga memiliki kadar oksigen rendah,” terang dia.
Kepala Desa Taman kemudian segera melaporkan kejadian ini ke BPBD Bondowoso.
Slamet Yantoko menyoroti pentingnya perlengkapan yang memadai dalam operasi penyelamatan semacam ini.
“Kami mengalami keterbatasan peralatan seperti SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus), karmantel, pulley, tripod, dan full body harness. Hal ini cukup menghambat proses evakuasi yang cepat dan aman,” akunya.
Meskipun menghadapi kendala, tim gabungan berhasil mengevakuasi kedua korban. Kerja sama yang baik antara instansi terkait menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini.
‘Namun, kami berharap pemerintah dapat mendukung pengadaan alat-alat rescue yang lebih lengkap agar kami dapat merespons lebih cepat dan efektif di masa mendatang,” pungkas Slamet Yantoko. (awi/ted)






