Bangkalan (beritajatim.com) – Kenaikan air laut selama empat hari terakhir menyebabkan banjir rob yang merendam dua kampung di Kabupaten Bangkalan.
Sebanyak 2.000 warga di Kampung Bandaran dan Kampung Lebak, Kelurahan Pejagan, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, terdampak banjir tersebut.
Salah satu warga Kampung Bandaran, Sahid, menyebutkan bahwa banjir rob mulai merendam rumah warga setiap malam, sekitar pukul 21.30 hingga pukul 03.00 pagi. Kondisi ini terjadi saat posisi bulan hampir tenggelam.
“Banjir biasanya menggenang selama lima jam setiap malam. Sudah empat hari ini kami mengalami banjir rob, dan ini memang terjadi setiap tahun,” kata Sahid, Rabu (18/12/2024).
Ia juga menyoroti penyebab banjir rob yang diperparah oleh pendangkalan Sungai Bandaran. Menurutnya, sungai tersebut tidak pernah dikeruk selama lebih dari 15 tahun, sehingga sedimen yang menumpuk mempermudah air laut masuk ke kawasan pemukiman.
“Sudah lama tidak ada pengerukan. Karena pendangkalan ini, air laut jadi lebih mudah masuk ke rumah warga,” jelasnya.
Hingga saat ini, warga berharap adanya upaya konkret dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik melalui pengerukan sungai maupun langkah antisipasi lainnya agar banjir rob tidak semakin parah di masa mendatang. (ted)

as a preferred source on Google




