Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) secara resmi membuka Program Study Abroad 2024. Pembukaan ini berlangsung di Aula Pertemuan UPT Pusat Studi Bahasa dan Budaya Indonesia, Gedung B17 Lantai 2 pada Senin (16/12/2024).
UM melakukan kerja sama strategis dengan Walailak University, Thailand. Program ini melibatkan sepuluh mahasiswa Thailand yang akan tinggal di Kota Malang selama lima bulan, dari Desember 2024 hingga Mei 2025.
Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd., Direktur UPT Pusat Studi Bahasa dan Budaya Indonesia UM, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi terhadap suksesnya program ini. Dalam sambutannya, ia berkata, program Study Abroad ini adalah wujud nyata dari kolaborasi pendidikan lintas negara.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada staf, guru, dan mitra bahasa atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menyambut mahasiswa Thailand ke Universitas Negeri Malang,” ujar Dr. Gatut pada beritajatim.com.
Program ini, yang sebelumnya dikenal sebagai In-Country, hadir dengan identitas baru yang lebih modern dan relevan. Dr. Gatut berharap program ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Thailand untuk mengenal budaya Indonesia secara lebih mendalam. “Semoga melalui program ini dapat mempererat hubungan kedua negara melalui pendidikan,” ungkap Dr Gatut.
Nisachon Chuchai, dosen dari Walailak University, turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Universitas Negeri Malang. Dalam pidatonya, ia bersyukur atas sambutan hangat yang diberikan oleh Universitas Negeri Malang.
“Saya percaya mahasiswa kami akan belajar banyak tidak hanya tentang bahasa Indonesia tetapi juga tentang kehidupan dan budaya di Indonesia. Saya juga menitipkan sepuluh mahasiswa kami kepada para guru dan mitra bahasa di sini,” katanya.
Pada saat pembukaan dilakukan juga sesi perkenalan mahasiswa, guru, dan mitra bahasa. Para mahasiswa Thailand memperkenalkan diri dengan antusias, sementara para guru dan staf memberikan sambutan hangat.
Salah satu mahasiswa Thailand, Somchai Prasit, menyampaikan harapannya selama mengikuti program ini. “Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari Study Abroad 2024. Saya ingin belajar bahasa Indonesia dengan baik dan mengenal budaya Malang lebih dalam.”
Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh peserta, termasuk Dr. Gatut Susanto, Nisachon Chuchai, Pensri Panich, para guru, staf, dan mitra bahasa. Suasana hangat dan penuh semangat terlihat jelas di antara semua yang hadir.
Program Study Abroad 2024 tidak hanya menjadi sarana pengenalan budaya Indonesia melalui BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), tetapi juga menunjukkan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung pendidikan global.
“Kami bangga menjadi tuan rumah bagi mahasiswa internasional dan akan terus berusaha meningkatkan kualitas program ini di masa depan,” tutup Dr. Gatut dalam wawancara singkat. (dan/kun)






