Ngawi (beritajatim.com) – Setelah bencana yang terjadi pada Minggu (15/12/2024) malam, warga di Desa Pocol dan Wonosari, Kecamatan Sine, mulai memeriksa kondisi rumah mereka pada Senin (16/12/2024)pagi. Sebagian dari mereka tak kuasa menahan tangis melihat rumah yang rusak akibat longsoran tebing setinggi 5 meter di belakang rumah.
Tiga Rumah Rusak Parah
Sedikitnya tiga rumah mengalami kerusakan parah akibat longsor. Rumah milik Rayem (72) di Desa Pocol, serta milik Parini (60) dan Susanto (48) di Desa Wonosari, menjadi korban utama bencana ini. Longsor menjebol dinding rumah mereka dan mengubur sebagian besar perabotan.
Kusmi, salah satu korban longsor, menceritakan kejadian mengerikan tersebut sambil menangis. “Semua harta benda tertimbun. Kejadian begitu cepat, longsor dari tebing di belakang rumah,” katanya.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, warga harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal. Mereka berupaya menyelamatkan sisa barang dari puing-puing reruntuhan dengan dibantu petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD setempat.
Jembatan Ditutup

Di Kecamatan Sine, tepatnya di Desa Ketanggung, banjir merusak jembatan penghubung antarprovinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kerusakan parah juga terjadi pada jembatan penghubung di Desa Jambean, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, yang hanya berjarak 100 meter dari lokasi sebelumnya. Akibatnya, arus lalu lintas dari Ngawi menuju Sragen lumpuh total, memaksa warga untuk memutar jauh melalui Mantingan, Ngawi.
Madi, seorang pengguna jalan, menjelaskan dampak banjir yang merusak dua jembatan dalam waktu singkat. “Hujan deras semalam pertama merusak jembatan di Jawa Timur, lalu banjir juga memutus total jembatan di Jawa Tengah. Jaraknya hanya sekitar 100 meter. Arus lumpuh, warga harus memutar jauh,” ujarnya.
Hingga kini, warga bersama petugas gabungan masih bekerja keras membersihkan material longsoran dan banjir. Bantuan diharapkan segera datang untuk mempercepat proses pemulihan, baik untuk warga terdampak maupun infrastruktur yang rusak. [fiq/but]






