Pacitan (beritajatim.com)- Pengalaman tidak enak datang dari seorang santriwati bernama Tifani Izatul Hukmia (13) pada Minggu (15/12) kemarin. Ia yang dikenal ceria pun seketika panik setelah jarinya tersangkut di sebuah pipa besi di lingkungan asrama sekolahnya di Jalan RE Martadinata, Sumberharjo.
Kejadian ini bermula saat Tifani iseng memasukkan jarinya ke sebuah pipa besi. Awalya ia mulai dari jari kelingking dan seterusnya. Namun, ketika sampai pada jari tengah, jarinya tidak bisa dilepaskan.
“Awalnya tidak sakit, tapi lama-lama panik karena tidak bisa dilepas,” kata Tifani.
Melihat kejadian ini, teman-teman dan guru pun segera berusaha membantu, namun upaya mereka tidak kunjung membuahkan hasil.
Karena kepanikan yang semakin meningkat, akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk menghubungi Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pacitan.
Tim Damkar Pacitan yang menerima panggilan darurat pada pukul 18.02 WIB dengan sigap tiba di lokasi beberapa menit kemudian, dan segera melakukan asesmen awal untuk menentukan cara penanganan.
“Prioritas kami tentu memastikan jari korban bisa dilepas tanpa cedera,” ujar Sugito, Kabid Damkar Satpol PP Pacitan.
Menggunakan alat gerinda dan minyak goreng sebagai pelumas, tim bekerja dengan hati-hati. Hingga akhirnya pada pukul 18.24 WIB, jari Tifani berhasil dikeluarkan tanpa cedera berarti.
“Kami bersyukur proses pelepasan berjalan lancar tanpa luka serius,” tambah Sugito.
Sugito kemudian mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, untuk tidak bermain-main dengan benda yang dapat menjebak dan membahayakan anggota tubuh.
“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Selalu waspada dan berhati-hati,” tegasnya. [sul/aje]






