Surabaya (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Indonesia, termasuk di Kota Surabaya, belakangan ini meningkatkan risiko pohon tumbang. Tentu hal Ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga menyebabkan kerugian material akibat kerusakan yang terjadi.
Melihat itu, Pakar Manajemen dan Mitigasi Bencana dari Universitas Airlangga Dr Hijrah Saputra mengatakan pemerintah daerah perlu melakukan langkah preventif untuk mengurangi risiko pohon tumbang.
Salah satunya adalah inspeksi dan pemangkasan pohon secara berkala, terutama di jalan-jalan dengan pohon besar yang sudah miring.
“Sebagai contoh, di beberapa jalan di Kota Surabaya terdapat banyak pohon besar yang sudah miring. Sehingga, itu memerlukan perawatan dan pemeriksaan rutin agar tidak membahayakan masyarakat,” katanya, Sabtu (14/12/2024).
Hijrah menambahkan pentingnya memilih pohon dengan akar yang kuat dan mampu bertahan menghadapi angin kencang. Pemerintah juga perlu merancang sistem drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang dapat melemahkan akar pohon.
Ia menjelaskan, faktor penyebab pohon tumbang antara lain tanah yang tergenang air hujan, akar yang rusak, atau batang yang keropos akibat hama.
Hijrah mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda pohon yang berisiko tumbang, seperti pohon yang miring, akar terangkat, atau batang retak. “Masyarakat bisa lebih peka dengan tanda-tanda ini, sehingga dapat melaporkannya ke dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut,” terang Hijrah.
Menurutnya, mitigasi awal yang perlu dilakukan adalah inventarisasi pohon di ruang publik untuk mengetahui kondisi pohon. Pemangkasan strategis dan menjaga kesehatan akar juga penting.
Teknologi, seperti drone dan sensor, dapat membantu memantau kondisi pohon dan mendeteksi risiko lebih dini. Ia menyebut bahwa antisipasi pohon tumbang merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Kata dia, masyarakat dapat melaporkan pohon berisiko melalui aplikasi atau hotline pemerintah, serta berperan aktif dalam kegiatan edukasi dan pemantauan lingkungan. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan melalui program CSR diharapkan dapat mengurangi risiko pohon tumbang secara signifikan. [ipl/kun]






