Tuban (beritajatim.com) – Menilik Desa Wisata Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban yang lekat dengan kesenian dan melestarikan kebudayaan leluhur serta kearifan lokal Kabupaten Tuban yang telah diresmikan oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.
Sebelum menjadi desa wisata berbasis budaya ini, Desa Sukorejo sering mengadakan Festival Sukorejo setiap tahunnya, berbagai kegiatan kesenian selalu dimunculkan, mulai dari Seni Tari, Teater atau Drama, Seni Musik Karawitan, Vocal hingga kesenian khas Tuban seperti Sandur dan Gemblak.
Menurut Mas Lindra sapaan Bupati Tuban bahwa Pemerintah Kabupaten Tuban terus mengoptimalkan potensi di wilayah masing-masing agar menjadi destinasi wisata, salah satunya Desa Sukorejo yang lekat dengan kesenian dan kebudayaan luhur.
“Desa Sukorejo menjadi desa wisata budaya dan merupakan Desa Wisata Budaya yang pertama di Kabupaten Tuban sekaligus menjadi destinasi wisata unggulan berbasis kearifan di Kabupaten Tuban,” ujar Mas Lindra.
Selain menunjukkan seni, potensi kekayaan tradisi dan potensi lokal Desa Sukorejo sudah bisa ke tingkat nasional. Sebab, budaya yang disajikan di Desa Sukorejo menghadirkan pengalaman budaya yang autentik, diantaranya dari pertunjukan seni, pencak silat, kuliner khas, hingga kerajinan lokal yang unik.
“Kami memberikan apresiasi terhadap semangat gotong royong kolaborasi masyarakat Desa Sukorejo yang berhasil mengembangkan potensi lokal menjadi daya tarik wisata, karena keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektoral,” imbuhnya.
Lanjut, Desa Wisata Budaya Sukorejo menjadi contoh bagaimana kearifan lokal, kreativitas, dan sinergi masyarakat dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga, pihaknya akan terus mendorong desa lain yang memiliki kearifan lokal khas dan menjadi Desa Wisata berikutnya.
“Kegiatan ini menjadi momentum yang epik dalam memperteguh kebanggaan dan rasa cinta terhadap budaya luhur Kabupaten Tuban, banyak pesan moral yang disampaikan melalui berbagai media seni budaya,” kata Mas Lindra.
Ia berharap generasi muda dapat terus melestarikan budaya di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, budaya luhur yang menjadi jati diri bangsa dapat terus terbina dan menjadi karakter para generasi Indonesia Emas 2045.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan desa wisata melalui program pelatihan, promosi, dan penyediaan infrastruktur. Sehingga, mudah-mudahan Desa Wisata Budaya Sukorejo dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa dan meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Tuban di tingkat nasional,” pungkasnya. [ayu/aje]






