Malang (beritajatim.com) – Program Southeast Asian Flagship Languages Initiative (SEAFLI) 2024 resmi berakhir dengan yang berlangsung di Aula AVA Gedung D14 Universitas Negeri Malang (UM).
Program ini menandai langkah besar dalam promosi pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) sekaligus memperkuat hubungan lintas budaya.
Program SEAFLI, sebelumnya dikenal sebagai Indonesian Flagship Language Initiative (IFLI), merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Negeri Malang, University of Wisconsin-Madison, dan American Councils. Pergantian nama ini mencerminkan cakupan program yang semakin luas dalam pengajaran bahasa dan budaya Asia Tenggara.
Direktur UPT Pusat Studi Bahasa dan Budaya Indonesia UM, Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada staf, guru, dan mitra bahasa atas kerja keras dan dedikasinya untuk keberhasilan program ini,” ujar Gatut melalui keterangan tertulis, Jumat (6/12/2024).
SEAFLI 2024 tidak hanya memperluas wawasan bahasa, tetapi juga memberikan pengalaman mendalam tentang budaya Indonesia. Hal ini diamini oleh Resident Director SEAFLI, Thomas Kilbane.
“Program ini sukses berkat kolaborasi luar biasa antara UM, pengajar, staf, keluarga kos, dan mitra bahasa. SEAFLI 2024 adalah jembatan penting untuk mempererat pemahaman lintas budaya,” ujar Thomas.
Acara penutupan SEAFLI 2024 diramaikan oleh penampilan seni. Mahasiswa kelas elektif tari mempersembahkan tarian tradisional Indonesia, diikuti oleh pertunjukan musik dari mitra bahasa yang menyanyikan lagu-lagu daerah dengan penuh semangat.
Penampilan gamelan menjadi puncak hiburan, menghipnotis penonton dengan alunan musik tradisional yang memikat. Selain itu, hasil karya batik mahasiswa turut dipamerkan dalam acara ini, menampilkan kreativitas mereka dalam mengapresiasi seni lokal.

Sesi pesan dan kesan juga menjadi sorotan, dengan Kiara Kolaczyk, salah satu mahasiswa SEAFLI, yang mewakili teman-temannya untuk menyampaikan pengalaman pribadi. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Gatut, Pak Tom, guru, staf, keluarga kos, dan mitra bahasa. Program ini mengajarkan kami lebih dari sekadar bahasa, tetapi juga cara mencintai budaya Indonesia,” ungkap Kiara dengan penuh haru.
Sebagai puncak acara, sembilan mahasiswa SEAFLI 2024 menerima sertifikat kelulusan yang diserahkan langsung oleh Dr. Gatut Susanto dan Thomas Kilbane. Sesi foto bersama di akhir acara menjadi simbol kebersamaan dan optimisme untuk masa depan.
SEAFLI 2024 menunjukkan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan mempromosikan budaya Indonesia di kancah internasional. Dengan kolaborasi yang solid, program ini menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan antara Indonesia dan dunia. (dan/ted)






