Malang (beritajatim.com) – Dalam upaya memajukan pendidikan vokasi di Indonesia, Universitas Negeri Malang (UM) berkolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Skema Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) 2024. Penelitian ini berfokus pada pengembangan teknologi metaverse dan virtual reality (VR).
VR dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa vokasi sekaligus memperluas wawasan global mereka. Proyek penelitian ini mengusung judul “Immersive Metaverse Technology: Virtualisasi Trainer Board System EFI Terintegrasi VR Sebagai Pemacu Educational Technology Skill dan Global Awareness Ability Mahasiswa Kejuruan di Indonesia”.
Ketua tim peneliti dari UM, Ir. Marsono, Ph.D., menjelaskan bahwa teknologi VR dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan menyeluruh.
Tujuannya adalah menciptakan lingkungan pembelajaran yang imersif, memungkinkan mahasiswa vokasi untuk memperoleh pengalaman teknis yang mendalam tanpa batasan ruang fisik.
“Tujuan kami adalah memanfaatkan VR untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi tuntutan industri 4.0 yang semakin berbasis digital,” ujar Marsono.
Trainer Board System EFI yang terintegrasi dengan VR dirancang untuk memberikan simulasi teknis yang realistis, memungkinkan mahasiswa mempraktikkan keterampilan teknis di lingkungan virtual.
Pendekatan ini tidak hanya membantu mahasiswa memahami teori, tetapi juga melatih mereka dengan cara yang lebih aplikatif.
BRIN berperan penting dalam penelitian ini melalui dukungan riset teknologi dan inovasi. Dr. R. Lisaria Putri, M.M., dari BRIN, mengatakan Kolaborasi antara BRIN, perguruan tinggi, dan sektor industri memungkinkan pengembangan solusi teknologi yang aplikatif untuk pendidikan.
“Teknologi metaverse dan VR memiliki potensi besar untuk merevolusi pendidikan vokasi di Indonesia.”kata Marsono.
Dukungan ini memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan memiliki kualitas tinggi dan relevansi dengan kebutuhan industri. BRIN juga mendorong integrasi teknologi dalam pendidikan dan sektor industri untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di era digital.
Salah satu fokus utama penelitian ini adalah mengembangkan global awareness atau kesadaran global mahasiswa. Dengan teknologi metaverse, mahasiswa dapat belajar memahami tren global dan tantangan internasional.
Ketua tim dari UNY, Ibnu Siswanto, S.Pd.T., M.Pd., Ph.D., menyatakan, “Melalui simulasi berbasis VR, mahasiswa dapat merasakan langsung bagaimana beradaptasi dengan berbagai budaya dan cara kerja yang berbeda. Hal ini penting untuk memperkaya keterampilan lintas budaya.”

Selain itu, ketua tim dari UPI, Iwan Kustiawan, S.Pd., M.T., Ph.D., menambahkan bahwa penerapan teknologi VR dalam pendidikan vokasi memberikan pengalaman yang lebih relevan dengan dunia kerja.
“Kami percaya bahwa teknologi ini membantu mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan global dengan keterampilan yang lebih terarah,” jelasnya.
Dosen muda Fakultas Teknik UM, Andika Bagus, menyoroti potensi besar teknologi metaverse dalam pendidikan.
“Metaverse membuka peluang besar untuk menciptakan ruang pembelajaran yang lebih interaktif dan praktikal. Mahasiswa terlibat langsung dalam eksperimen atau simulasi tanpa batasan ruang dan waktu,” katanya.
Dengan dukungan dari Skema Riset Kolaborasi Indonesia (RKI), penelitian ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi transformasi pendidikan vokasi Indonesia. Teknologi seperti metaverse dan VR memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan global.
Kolaborasi antara UM, UPI, UNY, dan BRIN menciptakan sinergi antara akademisi, peneliti, dan sektor industri. Ir. Marsono, Ph.D., menegaskan bahwa skema RKI menjadi langkah penting untuk memajukan pendidikan vokasi.
“Dengan dukungan pendanaan yang lebih besar dan kolaborasi lintas institusi, kami berharap penelitian ini memberikan solusi konkret bagi tantangan pendidikan vokasi di Indonesia,” ujarnya.
Penelitian ini tidak hanya memberikan solusi inovatif untuk pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan industri di masa depan. Mahasiswa vokasi yang dilatih dengan teknologi metaverse dan VR akan lebih siap bersaing di pasar global, menjawab kebutuhan dunia kerja era industri 4.0 yang berbasis digital. (dan/ted)






