Malang (beritajatim.com) – Warga Kota Malang mengeluhkan penggunaan area trotoar, terutama di depan Malang Town Square (Matos) dan di sebelah gerbang veteran Universitas Negeri Malang (UM) untuk lahan parkir liar. Menurut salah satu warga, parkir liar ini sangat mengganggu pengendara lain dan juga pejalan kaki.
“Harusnya di pinggir ini untuk pejalan kaki, tapi malah dipakai buat parkir. Padahal jelas-jelas sudah ada rambu dilarang parkir, tapi masih saja digunakan,” ujar Rosy, mahasiswa asal Dau, kabupaten Malang, Selasa (3/12/2024).
Hal serupa dikemukakan oleh Dian. Menurutnya pejalan kaki serta lalu lintas kendaraan terganggu akibat parkir liar. Terutama saat jam istirahat kerja pukul 12.00 WIB sampai 13.00 WIB dan sore hari saat jam pulang kerja.
“Salah satu penyebab macet di kota Malang menurut saya karena banyaknya parkir liar. Kalau saya lihat sih biasanya yang parkir liar itu kebanyakan driver ojek online, tanpa bermaksud menyalahkan tapi maksud saya kan bisa ke tempat parkir yang memang tempatnya,” ujar perempuan asal Bandulan tersebut.
Farid, mahasiswa UM asal Tlogomas yang sedang berjalan kaki memberi keterangan hampir sama. Farid menyoroti agar pihak terkait bisa lebih tegas dalam melakukan penertiban.
“Beberapa waktu lalu saya lihat ada petugas Satpol PP yang menertibkan pedagang kaki lima liar di dekat gerbang UB jalan veteran. Saya pikir ketegasan serupa harus juga diberikan pada pelaku parkir liar agar kenyamanan di kota ini semakin baik dan tidak macet,” ujarnya sembari menunjuk rambu berwarna merah untuk larangan parkir. [dan/beq]






