Pamekasan (beritajatim.com) – Luapan sungai di Desa Ragang, Kecamatan Waru, Pamekasan, terjadi dikarenakan tidak adanya tanggul penahan air di sepanjang sungai desa setempat, Senin (2/12/2024) siang.
Banjir akibat luapan sungai tersebut mengakibatkan lahan pertanian milik warga seluas 24,834 meter persegi terendam banjir, termasuk akses jalan poros desa seluas 2,5 meter juga tergenang air setinggi sekitar 30 centimeter.
“Hujan deras dengan intensitas tinggi dengan durasi sekitar 2,5 jam yang terjadi di Kecamatan Waru, dan sekitarnya, mengakibatkan sungai di Desa Ragang, meluap dan membanjiri lahan pertanian warga, termasuk akses jalan desa,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi.
Namun sekalipun sempat mengkhawatirkan khususnya bagi warga di desa setempat, kondisi air akhirnya mulai surut sekitar pukul 14:35 WIB. “Dalam waktu relatif singkat, air luapan berangsur surut, dan arus lalu lintas kembali lancar seperti sedia kala,” ungkapnya.
“Artinya kejadian ini tidak mengakibatkan korban jiwa, tidak juga korban luka, korban terancam maupun kerusakan fasilitas umum juga nihil. Hanya lahan persawahan warga dan akses jalan desa yang terdampak,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menjelaskan peristiwa tersebut terjadi karena badan sungai yang tidak mampu menampung debet air akibat hujan deras. “Berdasar keterangan warga, hal ini sering terjadi jika turun hujan deras dengan durasi yang lumayan lama,” jelasnya.
“Bahkan salah satu penyebab air meluap hingga lahan pertanian warga dan mengganggu akses jalan, biasa terjadi karena tidak adanya tanggul di sepanjang aliran sungai,” pungkasnya. [pin/kun]






