Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki penghujung tahun, cuaca di sekitar Jawa Timur mulai terasa sejuk bahkan dingin di beberapa tempat. Beberapa waktu belakangan, rintik hujan sudah banyak menemani perjalanan para pelancong.
Tidak jarang saat hujan udara dingin datang menyapa. Pada saat yang demikian sebagian besar orang justru mencari makanan yang hangat seperti makanan panas dan pedas.
Salah satu pilihan yang sering dicari adalah makanan pedas, yang dipercaya dapat memberikan sensasi hangat dan menggugah selera.
Namun, meskipun makanan pedas dapat memberikan rasa hangat seketika, konsumsi makanan pedas di musim hujan bukanlah solusi yang bijak untuk menjaga tubuh tetap nyaman, justru bisa berisiko membawa dampak buruk bagi kesehatan.
1. Perubahan Suhu
Ketika cuaca dingin dan hujan, tubuh cenderung lebih sensitif terhadap perubahan suhu dan cenderung membutuhkan makanan yang menenangkan dan mudah dicerna.
2. Resiko Penyakit
Makanan pedas, meskipun bisa memberikan sensasi panas, justru dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Bagi sebagian orang, makanan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit maag, mulas, atau perut kembung. Selain itu, konsumsi pedas yang berlebihan juga dapat meningkatkan produksi asam lambung yang dapat memperburuk kondisi pencernaan, terutama jika tubuh dalam keadaan dingin dan lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.
Sebagai gantinya, di musim hujan ini, lebih baik memilih makanan yang hangat dan menyehatkan, seperti sup atau soto dengan bahan-bahan alami yang kaya akan nutrisi.
Makanan berkuah yang tidak terlalu pedas dapat memberikan kehangatan yang lebih baik tanpa memberikan efek samping negatif pada tubuh. [aje]






