Jember (beritajatim.com) – Baru selesai dibangun, 100 meter jalan aspal di kawasan Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ambles atau penurunan tanah karena banjir, Jumat (29/11/2024).
Bupati Hendy Siswanto mengatakan, curah hujan yang tinggi menyebabkan air meluncur deras dari dinding tebing menuju jalan aspal. “Kerusakan jalan karena adanya terjunan atau grojokan air dari sisi tebing akibat hujan deras dengan intensitas cukup lama yang menghantam sisi jalan, tepat pada bagian yang tidak terpasang pasangan beton,” katanya, Sabtu (30/11/2024).
Air kemudian masuk dan menggerus pondasi jalan. “Air mengalir mengikuti kontur jalan, membawa material pondasi, sehingga lapisan aspal ambles,” kata Hendy.
Namun dari 7,8 kilometer jalan yang selesai dibangun, hanya 100 meter saja yang ambles. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air langsung menyelidiki kejadian itu. “Ini masih dalam tahap pemeliharaan. Insyallah akan segera diperbaiki kontraktor, karena masih tanggung jawab kontraktor,” kata Hendy.
Menurut informasi yang diperoleh Hendy dari Dinas PBMSDA, penyedia bersedia segera memperbaikinya dengan meminta perpanjangan waktu. “Saya sudah meminta agar ada perbaikan desain dan tambahan konstruksi di titik rawan tersebut,” kata Hendy.
Dengan rusaknya jalan itu, kendaraan roda empat disarankan untuk tidak lewat lebih dulu. “Kondisi tanah belum stabil,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Penta Satria. BPBD Jember sudah memasang tanda agar warga berhati-hati.
Bandealit terletak di Jember bagian selatan, berjarak kurang lebih 64 kilometer dari pusat kota dan dikelilingi hutan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Pantai ini biasa digunakan untuk memancing ikan dan memiliki potensi wisata yang indah.
Hendy mengupayakan izin pembangunan jalan di Bandealit sejak 2021. Dua tahun kemudian izin baru turun. Hendy dan Kepala TNMB Nuryadi akhirnya menandatangani kesepakatan kerja sama di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Rabu (8/3/2023). Saat itu Hendy menegaskan, kerja sama ini tidak akan mengubah fungsi TNMB.
Pembangunan jalan tersebut menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Rencananya, perbaikan sisa tiga kilometer jalan akan dilanjutkan sampai ke bibir pantai pada 2025. [wir]






