Gresik (beritajatim.com) – Peringatan haul KH. M. Sholih Tsani ke-126 di Pondok Pesantren Qomaruddin, Bungah, Gresik, dipadati ribuan santri, alumni, tokoh agama, dan masyarakat. Acara yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan ulama kharismatik tersebut.
KH. M. Sholih Tsani merupakan pemangku keempat Ponpes Qomaruddin. Dia dikenal mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan pendidikan Islam dan membangun generasi yang berakhlak mulia.
Apresiasi dari Pemkab Gresik
Plt Bupati Gresik, Aminatun Habibah, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas kontribusi Ponpes Qomaruddin dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
“Saya mewakili pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas peran Ponpes Qomaruddin dalam mendidik generasi muda menjadi SDM unggul,” ujarnya, Jumat (22/11/2024).
Ia juga berharap pendidikan di pondok pesantren tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa adanya konflik internal.
“Semoga pendidikan di pesantren terus berkontribusi tanpa adanya pertikaian atau perebutan kekuasaan yang tidak membawa manfaat bagi keberlangsungan pesantren,” imbuhnya.
Haul sebagai Momentum Silaturahmi
Acara haul ini juga dihadiri tokoh agama nasional, Gus Ghofur Maimun Zubair dari Rembang, yang semakin menambah khidmat suasana. Selain sebagai penghormatan kepada KH. M. Sholih Tsani, haul ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara warga pesantren, alumni, dan masyarakat.
Menurut Kiai Mudlofar Usman, haul ini memberikan banyak pelajaran dari perjalanan hidup KH. M. Sholih Tsani, mulai dari perjuangannya menuntut ilmu hingga pengabdian di Pondok Pesantren Qomaruddin.
“Beliau adalah teladan yang menginspirasi kami dalam mengembangkan ilmu dan mengabdikannya kepada masyarakat,” ujarnya.
Jejak Keturunan dan Perjuangan
KH. M. Sholih Tsani memiliki silsilah keluarga yang erat dengan para ulama besar. Dari jalur ibu, beliau merupakan cicit Kiai Qomaruddin, pemangku pertama Ponpes Qomaruddin. Sementara dari jalur ayah, beliau merupakan keturunan Mbah Sabil Menakanggrung, seorang penyebar Islam di Bojonegoro.
Haul ke-126 ini tak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya melanjutkan perjuangan dalam membangun masyarakat berbasis ilmu dan akhlak. [dny/but]






