Pamekasan (beritajatim.com) – Kurangnya efisiensi dan presisi menjadi faktor penyebab kegagalan Madura United FC mengamankan poin dari Arema FC, pada laga pekan ke-11 Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Kamis (21/11/2024).
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab harus kembali gagal mendulang poin akibat kekalahan 2-4 dari Singo Edan. Sepasang gol tuan rumah masing-masing dicetak Iran Goncalves (23′) dan Lulinha (90+2′).
Sementara keempat gol Arema, masing-masing dicetak Dalberto Silva (8′), Ahmad Maulana Syarif (32′), Thales Nathanael (45+1′), serta tambahan gol Charles Lokolongoy (85′).
“Dua gol pertama terlalu mudah terjadi, dan itu menjadi kesalahan yang sangat fatal. Tapi kami sebagai pelatih bertanggung jawab untuk memastikan tidak kembali terulang,” kata Pelatih Madura United FC, Paolo Meneses.
Memang dua gol awal Arema, sempat membuat timnya bangkit, di mana timnya mampu memperkecil skor menjadi 1-2. Hanya saja kondisi itu kembali buyar ketika lawan kembali mencetak gol ketiga.
“Usai jedah babak pertama, kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol. Tapi kurangnya efesiensi dan presisi menjadi kandala krusial dan akhirnya kita kalah 2-4,” ungkap juru taktik berkebangsaan Portugal.
Hanya saja pihaknya tetap memuji semangat juang dan kerja keras Lulinha dan kawan-kawan. “Sejak dua bulan kebersamaan dengan tim ini, para pemain menunjukkan keinginan besar untuk berubah, mereka berlatih keras, ingin belajar dan berkembang,” pungkasnya. [pin/kun]






