Gresik (beritajatim.com)- Gresik United kembali ber-home base di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos). Kepastian ini diperoleh setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Jawa Timur, menandatangani serah terima pengelolaan sementara Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) ke Pemkab Gresik.
Serah terima itu, diteken langsung oleh Plt Bupati Aminatun Habibah, bersama Kepala BPPW Provinsi Jatim Airyn Saputri Harahap, Rabu (13/11/2024). Kepala BPPW Provinsi Jatim Airyn Saputri Harahap menuturkan, serah terima pengelola sementara ini dilaksanakan untuk mendukung kemudahan, kenyamanan dan keselamatan penggiat sepakbola. Baik itu atlet, pelatih oficial maupun penonton.
“Kementerian PUPR melalaui Ditjen Cipta Karya selama 2023 – 2024 telah melaksanakan pembangunan 21 stadion di seluruh Indonesia.Termasuk di Jawa Timur ada 5 stadion dan di serah terimakan 3 stadion, diantaranya Gelora Joko Samudro Gresik, Gelora Delta Sidoarjo dan Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan,” tuturnya.
Sedangkan 2 stadion lainnya yakni Stadion Surajaya Lamongan dan stadion Kanjurahan Malang belum diserahterimakan karena masih dalam tahap finishing. Airyn Saputri Harahap menjelaskan, pembangunan ini mengedepankan produk dalam negeri dan juga mempertimbangkan aspek kesehatan, keselamatan, serta kenyamanan.
“Diharapkan ada kolaborasi pemerintah daerah dengan pengelola stadion dan klub. Harus disiapkan dengan matang, baik dari sisi pemeliharaan maupun perawatan,” pungkasnya.
Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, dirinya bersyukur rehabilitasi dan renovasi Stadion Gelora Joko Samudro telah selesai. “Dengan semakin baiknya fasilitas stadion nantinya akan menghasilkan bibit pemain sepak bola yang baik,” katanya.
Sementara itu, pelatih Gresik United Djajang Nurjaman menyatakan dengan selesainya renovasi Stadion Gelora Joko Samudro. Dirinya bernafas lega, hal ini karena selama berlatih lebih banyak menggunakan stadion kurang standar. “Mudah-mudahan saat menjamu Persibo Bojonegoro bisa menggunakan Stadion Gejos dan didukung suporter,” paparnya.
Mantan pelatih Persikabo 1973 itu menambahkan, atmosfir bermain di stadion sendiri berbeda dengan stadion diluar meski bertindak sebagai tuan rumah. “Bedanya kalau bermain di stadion sendiri motivasi pemain bakal berlipat ganda karena didukung langsung suporter. Selain itu, pemain tentunya sudah hafal dengan kondisi lapangan,” imbuhnya. [dny/kun]






