Jember (beritajatim.com) – Mirfano, mantan sekretaris daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di era pemerintahan dua bupati, menilai, tidak etis menggunakan status hukum Hadi Sasmito untuk menyerang Bupati Hendy Siswanto yang saat ini mencalonkan diri kembali dalam pemilihan kepala daerah.
Hadi Sasmito adalah Sekretaris Daerah Jember pada masa pemerintahan Hendy, yang menggantikan Mirfano 10 bulan setelah mengajukan masa persiapan pensiun (MPP) pada 12 September 2022. Kini Hadi ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Dalam debat publik antarpasangan calon, Sabtu (9/11/2024) malam, Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2, menyebut Hadi Sasmito dikorbankan. “Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak mengorbankan anak buahnya,” katanya saat itu.
Dalam video berdurasi tiga menit lebih tiga detik, Mirfano menyebut, diksi ‘dikorbankan’ aneh. “Mantan sekda dikorbankan. Ini kan aneh. Mantan sekda dimanfaatkan untuk menyerang seseorang. Tidak baik itu, dik. Jangan ya,” katanya.
“Mantan sekda ini sedang menghadapi masa-masa sulit. Ketika dia dituduh ‘dikorbankan’, dia tidak bisa mengklarifikasi terkait hal itu. Jadi istilah ‘dikorbankan’ ini, gimana ya kok bisa? Mantan sekda dikorbankan, dimanfaatkan menyerang orang,” kata Mirfano.
Mirfano pernah menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Jember 2021-2022, di bawah masa kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto. “Dua tahun saya melayani Pak Hendy sebagai sekda, tidak pernah itu ada istilah dikorbankan. Tidak pernah ada ajakan-ajakan untuk melakukan pelanggaran terhadap aturan,” katanya.
“Jadi, jangan memanfaatkan situasi kesusahan orang lain untuk menyerang orang lain. Mudah-mudahan mantan sekda bisa menghadapi masa-masa sulit,” kata Mirfano. [wir]






