Probolinggo (beritajatim.com) – Jauh dari kata makmur, begitulah yang bisa terungkap dari seluruh pedagang daging di wilayah Probolinggo. Pasalnya, hampir tiga bulan terakhir pedagang daging di sejumlah pasar mengalami penurunan penjualan.
Seperti yang dialami oleh Luluk, salah satu penjual daging sapi yang berada di pasar besar Kabupaten Probolinggo. Luluk mengatakan bahwa sudah beberapa bulan belakangan, dirinya hanya menjual kurang dari 100 kilogram daging setiap bulannya.
Bahkan penjualan daging sapi yang paling banyak hanya mencapai 50 kilogram per harinya. “Sepi pelanggan, padahal saya setiap hari itu bawa 120 kilogram, tapi nggak pernah habis. Paling laku sekitar 50 kilograman,” ungkapnya.
Padahal, kata Luluk, daging sapi yang ada di wilayah Probolinggo ini kualitasnya sangat baik. Sehingga dirinya selalu mengambil daging dari jagal di Probolinggo.
Kualitas sapi pedaging yang baik didukung dengan peternakan yang memperhatikan kesehatan ternaknya. Hal ini kemudian di dukung oleh Pemkab Probolinggo dengan menggencarkan posyandu ternak.
Para peternak bisa memeriksakan anakan ternaknya seperti halnya sapi dan domba untuk sekedar diperiksa maupin di beri vitamin. Hal ini guna memberikan imun kepada ternak sejak masih kecil.
“Konsepnya memang sama seperti posyandu balita, cuma kalau balita kan yang bersangkutan datang ke lokasi posyandu. Kalau ini kita yang jemput bola, karena para peternak masih malas menggotong-gotong ternaknya di posyandu,” ungkap Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Probolinggo, Yahyadi.
Yahyadi juga mengatakan bahwa pada tahun 2022 lalu, angka kelahiran ternak khususnya sapi melebihi ekspektasi Pemkab Probolinggo. Kenaikan angka ini hampir mencapai 100 persen yakni sekitar 90 persen.
Namun, pada tahun selanjutnya yakni tahun 2023 para peternak dilanda musibah dengan munculnya dua virus yang menyerang hewan ternaknya. Kedua virus mematikan tersebut yakni PMK dan LSD yang bisa membuat hewan ternak meninggal dunia.
“Kami berharap angka kelahiran ternak kembali meningkat seperti tahun 2022 lalu, dan dengan pelajaran kemarin. Kami akan lebih berusaha untuk mengantisipasi ternak sehingga tidak terulang pada tahun 2023 lalu,” tutupnya. [ada/beq]






