Malang (beritajatim.com) – Beredar pesan berantai dalam grup whattsapp sebuah data dan nama dalam memberikan sejumlah uang pada pemilih di Pilkada Kabupaten Malang 2024. Dalam pesan menjurus upaya money politic melalui transfer rekening itu, penerima pesan dimintai mengisi data sebagai berikut :
Kecamatan :
Desa/Kelurahan :
TPS Memilih Pilkada :
Nama lengkap :
Nama panggilan :
Jenis kelamin :
TTL :
Alamat sesuai KTP :
RT :
RW :
No WA aktif :
Email :
No rekening :
Asal Bank :
Atas nama rekening :
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Paslon Sanusi-Lathifah (SALAF) nomer urut 1, Achmad Khoesairi menjelaskan, pelanggaran politik uang sejauh ini memang meresahkan. “Setidaknya ini yang harus menjadi perhatian Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara. Siapapun yang melakukan pelanggaran Pemilu dan ketahuan melakukan money politic, Bawaslu jangan segan segan menindak tegas,” ungkap Khoesaeri, Senin (11/11/2024) sore.
Ia melihat, upaya money politik melalui pesan whattsapp sejauh ini cukup marak. Sehingga, pihaknya mewanti wanti agar masyarakat tetap tidak tergoda untuk melakukan hal hal yang bersifat pragmatis. “Pesan WA itu kami rasa hanya sebatas rumor politik. Jadi lebih baik diabaikan saja, kalau memang ada data yang harus diisi dan dijanjikan dapat uang, lalu siapa yang mengirim uang lewat transfer itu, kan lucu juga ya,” tuturnya.
Khoesairi mengaku, kalaupun itu benar dari seseorang tim sukses pasangan calon misalkan, ia pun tak sungkan sungkan memerintahkan masyarakat untuk mengambil uangnya tapi jangan pernah memberi dukungan atau mencoblos orang yang memberi Money Politic. “Kalau perlu ambil uangnya, jangan pilih orangnya. Jangan pilih orang yang memberi imbalan uang, mending ambil uangnya saja,” ucap Khoesaeri.
Khoesairi menegaskan, pihaknya bersama seluruh tim pemenangan Paslon nomer urut 1, tidak punya rencana untuk melakukan upaya politik uang. “Kami bersama tim pemenangan tidak punya rencana untuk lakukan money politik. Bahkan niat saja tidak punya,” tegasnya.
Sehingga, pihaknya berharap penyelenggara Pemilu agar lebih proaktif dalam melakukan pengamanan terkait money politic. “Karena selama ini minim sekali pelaku money politic yang tertangkap. Padahal itu sesuatu yang nampak dan jelas,” bebernya.
Khoesaeri menambahkan, bilamana penyebaran politik uang dengan cara ditransfer memang ada, pihaknya menyerukan agar masyarakat tidak mencoblos orang yang melakukan money politic.
“Bilamana ternyata nanti ada penyebaran politik uang, kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh hal tersebut. “Jangan terpengaruh pilihan karena uang. Ambil uangnya jangan pilih orangnya,” Khoesaeri menutup. (yog/kun)






