Ponorogo (Beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ponorogo berencana memasang traffic light baru di simpang Okaz, Jalan Sultan Agung. Langkah ini merupakan hasil dari koordinasi antara Dishub Ponorogo, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), serta warga setempat.
Sebab di titik tersebut, sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas. Bahkan salah satu kejadian, hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia.
“Kasus kecelakaan yang beberapa kali terjadi di Perempatan Okaz jadi pertimbangan kami, bahkan ada yang sampai meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas dan Sarpras Dishub Ponorogo, Setyo Budiono, Senin (11/11/2024).
Dishub Ponorogo berencana memasang empat lampu lalu lintas di simpang tersebut, yang masing-masing akan mengatur arus kendaraan di beberapa arah. Lampu merah akan ditempatkan di pintu masuk Jalan MH. Thamrin (timur), Jalan Sultan Agung (utara dan selatan), serta Jalan Menur (barat). Pemasangan di sisi utara Jalan Sultan Agung dirancang agar menyertakan pertemuan dengan Jalan Mawar, memastikan kendaraan dari arah Jalan Mawar yang hendak belok kiri mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
“Lampu merah di sisi utara Jalan Sultan Agung akan dipasang persis di pertemuan dengan Jalan Mawar. Sehingga setiap kendaraan dari sana harus mengikuti rambu-rambu traffic light,” jelas Setyo Budiono.
Keputusan pemasangan traffic light ini bukan tanpa kajian. Dishub Ponorogo telah melakukan analisis mendalam yang menunjukkan peningkatan volume kendaraan di simpang tersebut. Data menunjukkan bahwa waktu tunggu rata-rata untuk menyeberang di persimpangan ini mencapai lebih dari 30 detik, menandakan perlunya regulasi lalu lintas yang lebih baik untuk menghindari kecelakaan.
“Traffic light ini rencananya akan dipasang paling cepat pada awal bulan Desember,” ungkap Budi, sapaan akrab Setyo Budiono.
Dishub juga berencana melakukan sosialisasi dan uji coba sebelum pengoperasian resmi, guna memastikan transisi berjalan lancar dan dapat dipahami oleh semua pengguna jalan. Langkah proaktif Dishub Ponorogo ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan di sekitar simpang Okaz.
“Ini upaya kami yang berkomitmen dalam mengutamakan keselamatan masyarakat di jalan,” tutup Budi. [end/beq]






