Malang (beritajatim.com) – Debat publik kedua dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang tahun 2024 telah digelar di Gedung DPRD Kabupaten Malang, pada Jumat (8/11/2024) kemarin malam. Secara umum gaya komunikasi politik yang diusung masing-masing paslon berbeda.
Dosen Komunikasi Politik Universitas Brawijaya, Verdy Firmantoro mengatakan, paslon 01 Sanusi – Lathifah Shohib lebih banyak menyampaikan klaim dengan kinerja yang sudah dilakukan dalam mengatasi persoalan daerah (defensif).
“Sementara, paslon 02 (Gunawan – Umar Usman) lebih menggunakan strategi ofensif dengan mengkritisi sejumlah kebijakan yang dianggap belum optimal terutama dalam memberikan pelayanan daerah bagi warga Kabupaten Malang,” ujar Verdy, usai Kolaborasi Cek Fakta Malang Raya, pada Jumat kemarin.
Verdy menuturkan saat Sanusi – Lathifah menyampaikan beberapa klaim. Paslon Gunawan – Umar kurang memberikan counter claim dengan data yang kuat sebagai pembanding. “Sehingga dalam perdebatan itu belum terjadi jual beli serangan (adu data secara signifikan),” ujar Verdy.
Verdy mengatakan paslon 1 lebih praktis dalam merespon persoalan-persoalan. Mereka ingin menunjukkan kematangan dan pengalaman dalam memahami masalah-aspek kognisi. “Sedangkan paslon 2 lebih menekankam upaya membangun kedekatan publik atau ingin mendapatkan simpati masyarakat dengan menguatkan keberpihakan terhadap persoalan masyarakat-aspek afeksi,” ujar Verdy.
Verdy menganggap kedua paslon cukup baik di wilayah retoris. Baik Sanusi – Lathifah maupun Gunawan – Umar memberikan harapan bagi warga atau calon pemilih. “Persoalannya, debat bukan hanya sekadar kemampuan menata narasi, tapi kedalaman substansi yang berorientasi pada penyelesaian masalah lebih mempunyai urgensi,” ujar Verdy. (luc/kun)






