Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghadirkan tiga wajah baru dalam keanggotaan tim perumus debat pemilihan kepala daerah, menyusul mundurnya Gautama Budi Arudhati, dosen Fakultas Hukum Universitas Jember.
Tiga wajah baru yang masuk adalah Deasy Wulandari, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember; Moch. Chotib, Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember; dan Moh. Dahlan, guru besar Ilmu Ushul Fiqh UIN KHAS Jember.
Dengan demikian, jumlah anggota tim perumus bertambah dari lima orang menjadi tujuh orang. Empat anggota tim perumus lama adalah Andang Subaharianto, Eko Suwargono (Fakultas Ilmu Budaya), Yusuf Adiwibowo (Fakultas Hukum), dan Adhitya Wardhono (Fakultas Ekonomi dan Bisnis).
Andi Wasis, komisioner KPU Jember, mengatakan, Gautama mengundurkan diri karena sibuk dengan pekerjaan lain hingga 10 November 2024. “Kami sebetulnya sudah menyampaikan untuk tetap menjadi tim perumus untuk debat kedua. Karena ada yang mengundurkan diri, kami menambahkan anggota dari lima menjadi tujuh orang,” katanya, Jumat (8/11/2024).
Apa alasan penambahan? “Untuk menyesuaikan saja, karena untuk debat kedua kami butuh masukan-masukan komprehensif, terutama terkait susunan pertanyaan,” kata Andi.
Debat kedua akan berfokus pada masalah hukum. “Kalau masalah hukum harus hati-hati, meskipun kalau ngomong masalah hukum kan bisa ngomong pemerintahan, kebijakan, atau apapun. Maka kami berinisiatif menambah itu,” kata Andi.
Tema besarnya adalah Strategi dan Inovasi Peningkatan Pelayanan Publik, Tata Kelola Regulasi dan Birokrasi di Kabupaten Jember. KPU memilih Ballroom Hotel Cempaka sebagai lokasi debat kedua ini.
“Desain kegiatan debat masih sama. Hanya saja di debat pertama, mekanisme penyampaian visi-misi dengan diundi. Pada debat pertama, paslon nomor satu menyampaikan lebih dulu. Pada debat kedua, sesuai kesepakatan, paslon nomor dua yang menyampaikan lebih dulu,” kata Andi. [wir]






