Pamekasan (beritajatim.com) – BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pamekasan, menyampaikan musim penghujan diprediksi terjadi pada akhir November 2024.
Hal tersebut berdasar data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur, khususnya menjalang akhir musim kemarau dan memasuki musim penghujan tahun ini.
“Berdasar prediksi BMKG, puncak musim kemarau akan terjadi pada Desember 2024, dan musim penghujan diperkirakan mulai pada akhir November 2024 mendatang,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Jum’at (8/11/2024).
Kondisi tersebut mengharuskan kesiapsiagaan khususnya bagi instansi yang dipimpinnya, sebab musim penghujan dinilai seringkali membawa resiko berupa bencana alam, khusunya di kabupaten Pamekasan.
“Musim hujan biasanya identik dengan beragam resiko bencana alam, seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem hingga gelombang tinggi di daerah pesisir pantai,” ungkap pria yang akrab disapa Dhofir.
Pihaknya mengimbau masyarakat, agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta mempersiapkan berbagai langkah antisipatif menghadapi berbagai kemungkinan bencana alam. “Kami berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dengan menggandeng pihak terkait, khusunya dalam rangka penanggulangan bencana,” ungkapnya.
“Tidak hanya itu, kami juga kembali mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun dari BPBD, serta selalu mematuhi arahan saat terjadi bencana alam. Sebab kesiapsiagaan sangat penting meminimalisir dampak bencana,” imbaunya.
Sebagai langkah antisipatif seiring dengan mulai terjadinya hujan di beberapa wilayah di Pamekasan, pihaknya juga mulai intens melakukan sosialisasi bagi masyarakat, termasuk persiapan menyiapkan posko tanggap darurat di area rawan bencana.
“Maka dari itu, kami meminta masyarakat khususnya mereka yang berada di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan cuaca dari sumber resmi. Segera lakukan langkah pencegahan agar resiko dapat diminimalisir,” pungkasnya. [pin/suf]






