Bangkalan (beritajatim.com)– Pembatasan akses bagi wartawan untuk meliput acara pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIV Jawa Timur di Bangkalan menuai protes dari kalangan jurnalis. Insiden ini terjadi pada Kamis (7/11/2024), ketika sejumlah wartawan yang hendak meliput acara di pintu masuk stadion dilarang memasuki area oleh panitia.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan, Mahmud Ismail, menyatakan kekecewaannya terhadap insiden ini. Menurut Mahmud, pembatasan akses liputan ini tidak sepatutnya terjadi, terutama karena Bangkalan sebagai tuan rumah seharusnya memberikan dukungan penuh bagi peliputan acara tingkat provinsi tersebut.
“Sebagai wartawan, kami merasa dilecehkan karena dihalangi untuk meliput acara penting ini. Kami meminta agar pihak terkait, khususnya Pj Gubernur Jatim, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada kami,” tegas Mahmud.
Protes ini pun disuarakan oleh sejumlah wartawan senior di Bangkalan, salah satunya Jimhur Saros, yang menyatakan bahwa pembatasan ini merugikan profesi jurnalis. Jika tuntutan permintaan maaf tidak dipenuhi, para jurnalis bahkan siap menggelar aksi protes lebih besar dan mempertimbangkan langkah hukum.
Menanggapi kejadian ini, Kabid Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, A Wahab, menyampaikan permintaan maafnya kepada insan pers di Bangkalan. Wahab mengakui bahwa insiden tersebut merupakan kelalaian panitia dalam memastikan akses bagi para wartawan.
“Kami mohon maaf kepada teman-teman pers. Ini adalah kesalahan kami yang kurang teliti dalam mengatur akses di area acara,” ucap Wahab.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Alief, perwakilan dari Event Organizer (EO) yang terlibat dalam acara. “Kami juga meminta maaf atas kejadian yang terjadi,” kata dia. [sar/beq]






