Malang (beritajatim.com) – Dua kandidat Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Heri Cahyono, hadir dalam acara Islamic Business Exhibition 2024 yang diselenggarakan oleh Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) pada Rabu (6/11/2024). Acara ini juga rencananya dihadiri oleh pasangan calon nomor urut 3, namun Dimyati Ayatulloh batal hadir karena agenda bertemu konstituen.
Dalam dialog tersebut, kedua kandidat menyampaikan pandangan dan gagasan mereka terkait pengembangan sektor bisnis dan UMKM di Kota Malang. Secara umum, mereka sepakat bahwa UMKM perlu didukung lebih dari sekadar menjadi sumber pemasukan daerah.
Reza Adi Pratama, Humas Divisi Kebangsaan IIBF Kota Malang, mengapresiasi komitmen para calon Wali Kota yang berlatar belakang pebisnis. “Mereka semua sepakat bahwa UMKM harus dilindungi dan didukung agar terus bertumbuh, bukan hanya sebagai alat pemasukan daerah saja. Gagasan mereka terkait pembinaan, pendampingan, dan gerakan beli produk lokal sangat positif,” ungkap Reza.
Reza menambahkan, salah satu bentuk dukungan konkret yang bisa dilakukan pemerintah adalah meninjau ulang pajak daerah untuk UMKM, yang saat ini berkisar antara 10 hingga 12 persen. Menurutnya, pajak sebaiknya diatur berdasarkan klasterisasi usaha, agar beban tidak terlalu berat bagi pelaku UMKM kecil. “Untuk usaha dengan segmen menengah ke bawah, menaikkan harga sekecil apa pun bisa memengaruhi jumlah pelanggan. Kondisi ini perlu dipahami oleh pemerintah,” jelas Reza.
Reza berharap Wali Kota terpilih nantinya lebih memahami situasi bisnis UMKM dan tidak terlalu ketat dalam hal pajak bagi usaha kecil. “Jangan sampai UMKM kesulitan bertahan karena kebijakan yang tidak sesuai kondisi lapangan. Jika mereka bangkrut, dampaknya juga akan terasa pada ekonomi daerah,” tuturnya.
Dengan komitmen yang disampaikan oleh para kandidat, masyarakat Kota Malang berharap agar Wali Kota terpilih nantinya benar-benar mampu memberikan ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkontribusi tanpa beban yang berlebihan. [luc/beq]






