Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC harus mengakui kekalahan dari Persija Jakarta, pada laga pekan ke-10 Liga 1 di Stadion Pakansari Bogor, Rabu (6/11/2024) malam.
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab harus mengakui kekalahan dengan skor telak 4-1 dari tuan rumah Macan Kemayoran. Sebiji gol Madura United, dicetak Lulinha melalui eksekusi penalti pada menit 40′.
Sementara empat gol Persija masing-masing dicetak Gustavo dos Santos pada menit 20′, sebiji gol penalti Marko Simic pada menit 43′, Ryo Matsumura pada menit 71′, serta gol Pedro Amorim pada menit 90’+6′.
Kekalahan tersebut sekaligus memupuskan harapan tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, untuk mencuri 3 poin sekaligus gagal keluar dari zona merah degradasi kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air.
“Pemain sudah menunjukkan performa seperti yang diinginkan, mereka tampil cukup solid khusunya pada babak pertama, sekalipun kita sempat tertinggal 2-1 pada akhir interval pertama,” kata Paulo Meneses.
Namun juru taktik berkebangsaan Portugal, menyoroti kepemimpinan wasit yang justru dinilai memihak dan cenderung tidak berlaku adil, khususnya bagi tim yang diasuhnya. “Kami tidak tahu mengapa wasit harus berulang kali memeriksa VAR untuk penalti kami, padahal pelanggarannya jelas,” ungkapnya.
“Sementara saat Persija mendapat penalti, wasit justru hanya sekali memeriksa VAR. Kondisi ini berbeda dengan pengalaman kami saat bermain di AFC (soal kepemimpinan wasit),” pungkasnya. [pin/ted]






