Kediri (beritajatim.com) – Calon Bupati (Cabup) Kediri petahana Hanindhito Himawan Pramana berjanji untuk memperjuangkan berdirinya sekolah SMA Negeri di Kecamatan Kunjang. Hal itu disampaikan Mas Dhito sapaan akrabnya, merespon aspirasi warga di wilayah utara Kabupaten Kediri.
Budiono, salah satu warga Kunjang mengungkapkan, program yang telah dijalankan cabup petahana itu di periode pertama sudah baik dan patut dilanjutkan. Termasuk di bidang pendidikan, warga Kunjang berharap Mas Dhito bisa mendirikan sekolah SMA Negeri.
Pasalnya, Kecamatan Kunjang ini berbatasan dengan kabupaten tetangga seperti Jombang. Budiono menambahkan hingga saat ini belum terdapat sekolah SMA Negeri di Kecamatan Kunjang.
“Anak anak kita kalau mau mencari sekolah SMA harus ke kabupaten lain. Harapan kita sebagai orang tua kalau ada sekolah negeri, anak cucu nanti cari sekolah negeri tidak perlu jauh-jauh, ” ungkap Budiono kepada Mas Dhito saat berkunjung ke PT Usaha Tani Maju.
Mendengar harapan warga tersebut, Mas Dhito menerangkan, dalam catatannya setidaknya ada tiga kecamatan yang belum terdapat sekolah SMA Negeri yakni Ngancar, Banyakan dan Kunjang. Meskipun demikian, kewenangan sekolah setingkat SMA berada di pemerintah provinsi.
Dalam kepemimpinannya di periode pertama, Mas Dhito mengaku telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur terkait usulan pembangunan sekolah SMA di wilayahnya. Disisi lain, Kabupaten Kediri telah membangun sekolah SMP.
“Nanti saya akan minta ke provinsi lagi, karena kita telah bangun dua SMP, harapannya provinsi bisa membangunkan SMA,” terang Mas Dhito.
Mas Dhito menyatakan untuk sekolah setingkat SMA/SMK, Pemerintah Kabupaten Kediri memiliki SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School gratis khusus bagi warga keluarga kurang mampu. Selain itu, ada pula sekolah SMK dibawah naungan Yayasan Canda Bhirawa.
“Kalau provinsi nggak mau bangun, kita yang bangun tapi di bawah yayasan yang dikelola Pemerintah Kabupaten Kediri,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Mas Dhito dalam kampanyenya di Kecamatan Kunjang bertemu dengan warga di Desa Pakis, karyawan PT Usaha Tani Maju di Desa Tengger Lor dan warga Desa Kapas. [nm/aje]






