Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto berhasil menggagalkan pencurian sepeda motor di Dusun Gunungsari, Desa Watesnegoro, pada Sabtu (2/11/2024). Korban berteriak saat para pelaku menjalankan aksinya sehingga gagal membawa barang curiannya.
Aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut terekam kamera CCTV yang ada di rumah korban. Dua kamera CCTV dari dua sisi di depan rumah korban merekam aksi para pelaku yang berjumlah tiga orang tersebut. Aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut terjadi sekira pukul 21.26 WIB.
Tiga orang pelaku datang dari arah selatan atau dari Mojosari dengan mengendarai sepeda motor. Satu orang pelaku yang berada di depan mengenakan helm, namun dua orang pelaku di belakang tidak mengenakam helm. Pelaku paling belakang turun dari sepeda motor.
Tampak sebelum beraksi pelaku mengambil sesuatu yang diduga alat yang akan digunakan merusak kunci sepeda motor. Pelaku yang memakai kaos hitam, celana pendek dan bermasker ini kemudian menghampiri sepeda motor Honda Scoopy nopol AG 5476P OD yang ada di depan toko.
Pelaku mencoba merusak kunci motor, meski berhasil namun saat lampu sepeda motor menyala, korban menyasari sehingga berteriak maling ke arah para pelaku. Teriakan korban tersebut membuat para pelaku dengan cepat meninggalkan lokasi, bahkan sepeda motor korban langsung dijatuhkan.
Para pelaku langsung melarikan diri ke arah timur atau Pasuruan. Korban yang berada di toko miliknya bersama sejumlah anggota keluarga langsung mengejar pelaku dengan berlari. Korban kemudian kembali dan mengambil sepeda motor untuk mengejar pelaku namun diduga sudah jauh sehingga tak terkejar.
Korban, Rio Arwanto mengatakan, ia memarkir sepeda motor di depan toko miliknya dan ia bersama anggota keluarganya berada di dalam rumah. “Pas saya ngobrol sama anak saya, keponakan saya melihat monitor CCTV dan melihat lampu sepeda motor saya menyala,” ungkapnya, Senin (4/11/2024).
Mengetahui adanya aksi pencurian kendaraan bermotor miliknya, ia pun langsung keluar dari dalam rumah dan meneriaki maling ke arah para pelaku. Korban kemudian berusaha mengejar komplotan para pelaku tersebut. Namun para pelaku berhasil melarikan diri ke arah timur atau Pasuruan.
“Terus saya teriak dia panik dan dijatuhin motornya, terus aku lompat dari etalase toko. Melarikan diri ke arah Pasuruan, tiga orang pakai jaket hitam dan celana pendek, pakai motor matic. Saya coba mengejar tapi sudah jauh. Kunci T nya itu sempat tertinggal, mungkin dia (pelaku) panik, pas saya teriak motor dijatuhkan. Belum lapor polisi,” katanya. [tin/beq]







