Malang (beritajatim.com) – Sedikitnya 50 ribu hektar lahan pertanian disiapkan Pemerintah Kabupaten Malang untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional tahun 2025 mendatang.
Sebagai daerah penghasil agrobisnis bidang perikanan-peternakan, pertanian dan perkebunan cukup besar di Jawa Timur, saat ini lahan pertanian di Kabupaten Malang sudah mencapai 43.500 hektare.
Sektor hortikultura menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Malang. Dari potensi di sektor pertanian itulah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal jadi pilot project realisasi program kemandirian pangan maupun yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Satu hektar sawah, mampu menghasilkan sekitar 10 ton gabah kering. Petahana Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, program ketahanan pangan yang menjadi visi misi Presiden Prabowo Subianto, sudah ia siapkan jauh hari sebelum dirinya maju lagi sebagai kandidat Bupati Malang periode 2024-2029.
Kata Sanusi, guna mendukung program ketahanan pangan Prabowo-Gibran, menurutnya Kabupaten Malang sudah sangat siap dengan potensi bahan baku pangan yang melimpah. Hal itu sudah masuk dalam Program Dasa Cita dirinya apabila terpilih kembali dalam Pilkada serentak tahun ini.
“Kita akan mendukung program-program Pak Prabowo untuk ketahanan pangan yaitu swasembada pangan,” ujar Sanusi beberapa waktu lalu saat bertemu petani di Wagir, Kabupaten Malang.
Menurut Sanusi, wilayah ia pimpin sejauh ini, punya potensi besar sebagai daerah pemenuhan bahan baku pangan. “Kabupaten Malang saat ini mampu memproduksi gabah hingga 480 ton per tahun. Sementara kebutuhan kita di Kabupaten Malang hanya 400 ton. Sehingga kita dapat menyumbang ke daerah lain itu sebanyak 80 ton gabah,” beber Sanusi.
Pada sektor lain, lanjut Sanusi, Kabupaten Malang juga menjadi daerah penghasil ikan laut segar. Di mana, rata-rata untuk produksi tangkapan ikan laut mencapai 40 ton. Besarnya potensi tangkapan ikan segar, menjadi atensi khusus Kementerian Pertahanan RI dibidang ketahanan pangan. Yang nantinya, bakal diekspor menjadi olahan makanan kaleng.
“Kita juga punya produk ikan, yang rata-rata 40 ton. Rencananya mau dibikinkan oleh stafnya Pak Prabowo untuk dibikin makanan kalengan sebagai suplai makan bergizi gratis secara nasional,” tegas Sanusi.
Sanusi juga bangga akan produksi susu segar yang dihasilkan para peternak sapi perah di Kabupaten Malang.
“Kabupaten Malang sudah memproduksi 500 ribu liter susu segar setiap hari. Ada puluhan ribu ekor sapi perah di tempat kami. Satu koperasi di Pujon itu bahkan punya 22 ribu ekor sapi perah,” tuturnya.
Selain itu, Kabupaten Malang juga wilayah penghasil sayur mayur dan buah-buahan terbesar. “Sehingga untuk kebutuhan ketahanan pangan yang dibutuhkan oleh Pak Prabowo ini sudah tercukupi di Kabupaten Malang. Dimana kami bisa mendukung 20 persen kebutuhan nasional untuk program ketahanan pangan Prabowo-Gibran. Dan itu sudah dilakukan peninjauan oleh Kementerian Pertahanan RI beberapa waktu lalu,” tuturnya.
Guna mencapai target pemenuhan 20 persen kebutuhan nasional tersebut, Pemkab Malang bakal melakukan sejumlah inovasi dalam hal teknologi untuk program ketahanan pangan.
“Untuk peningkatan teknologi ketahanan pangan yaitu dengan penerapan teknologi. Sehingga ada peningkatan produksi padi dan kebutuhan pangan yang lain. Salah satunya kita libatkan petani Milenial di Ngadas. Petani kentang di tempat itu saat ini mampu memproduksi satu hektar tanaman kentang sebanyak 40 ton. Sebelum menggunakan teknologi pertanian hanya berkisar 8 ton saja,” pungkas Sanusi.
Petani Pejuang Pangan
Petani adalah pejuang pangan. Untuk mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Sanusi berpesan, agar para petani tidak henti hentinya terus berinovasi.
“Pejuang pangan khususnya tanaman padi, para petani harus mau melakukan inovasi. Saya mengajak semua bisa bekerja sama, dan saling mendukung dalam upaya mewujudkan Kabupaten Malang yang Makmur. Semoga dengan ketangguhan kita bersama, Kabupaten Malang bisa menjadi contoh dalam mewujudkan ketahanan pangan untuk Indonesia,” ujar Sanusi pada acara Panen Raya Tanaman Padi di Desa Sawahan, Kecamatan Turen beberapa waktu lalu.
Sejumlah bantuan bagi petani ia berikan. Di antaranya 1 unit mesin combine harvester, 4 unit handtractor, 250 kg benih padi varietas inpari nutrizinc, 1.375 ton benih padi varietas inpari 32, 130 kg benih padi varietas inpari 48, dan 120 kilogram benih padi varietas mantap.
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna Medisca Sani Putera mengungkapkan, lahan pertanian padi di Desa Tanggung Turen memang termasuk kawasan tanaman andalan.
Dengan luas lahan sawah sekitar 126 hektar, produksi padi hasil panen di kawasan pertanian ini bisa mencapai 8 sampai 11 ton per hektare. “Panen raya di lahan pertanian Desa Tanggung ini salah satu kawasan andalan pangan. Yang akan dipanen seluas 50 hektar sawah, dan petani di sini mampu panen 2,5 kali dalam setahun,” tuturnya.

Gerakan Tanam Padi
Pemerintah Kabupaten Malang kini menggulirkan sebuah program bertajuk Gerakan Tanam Padi alias Gertam Padi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang Didik Gatot Subroto, menegaskan, pihakya ingin menunjukkan komitmen bersama bahwa Kabupaten Malang siap berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Gerakan Tanam ini kami berharap tidak hanya berhenti pada simbolis penanaman hari ini saja, tetapi juga harus menjadi semangat yang terus berlanjut, semangat yang menyala di seluruh penjuru Kabupaten Malang,” kata Didik, Rabu (23/10/2024) lalu.
Gerakan Tanam Padi bersama Petani Tangguh Malang Makmur sudah diawali di Lahan Sawah Poktan Margo Rukun III, Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Gerakan Tanam Padi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan para petani di seluruh Kecamatan Pakisaji.
Menurut Didik, kegiatan itu dapat memotivasi semua pihak untuk bekerja lebih baik dalam menjaga ketersediaan pangan. Sebab, peningkatan produksi dan produktivitas pertanian sangat penting untuk mendukung target swasembada pangan, terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan.
Didik mengakui, Gerakan Tanam Padi menjadi langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas dan memastikan ketahanan pangan di Malang tetap terjaga.
“Melalui gerakan ini, saya mengajak seluruh petani, perangkat daerah terkait, serta seluruh kalangan masyarakat untuk bekerja bersama-sama. Dalam gerakan ini bukan hanya sekedar menanam, tetapi memastikan petani menerapkan teknologi pertanian yang modern, pupuk yang tepat, serta benih berkualitas,” tegasnya.
Sehingga, lanjut Didik, hasil panen petani akan terus meningkat dan kesejahteraan para petani pun ikut terangkat.
Didik menambahkan, guna mencapai peningkatan produksi padi, upaya yang dilakukan adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, optimalisasi irigasi dalam penggunaan air, dan maksimalkan hasil panen.

Malang Tahes Komes Raih Penghargaan
Peduli dan mampu mewujudkan Ketahanan Pangan Daerah, Pemkab Malang akhirnya menuai hasil manis dengan menerima Penghargaan dari Pemprov Jatim.
Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menerima penghargaan “Awards Peduli Ketahanan Pangan 2024” dari Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono. Acara yang digelar di JX International Convention Exhibition, Surabaya, Rabu (16/10/2024) lalu, memposisikan Kabupaten Malang sebagai daerah yang peduli akan ketahanan pangan tepat di puncak peringatan Hari Pangan Sedunia ke-44 tingkat Provinsi Jawa Timur.
Melalui inovasi program bertajuk: MALANG TAHES KOMES (Ketahanan Pangan, Bebas Stunting, Ekonomi Produktif Berkelanjutan, dan Masyarakat Sehat), yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, penghargaan peduli ketahanan pangan pun diraih.
Kata Didik seusia menerima penghargaan saat itu, menerangkan, bahwa penghargaan ini menunjukkan kesiapan Kabupaten Malang dalam mendukung program-program pangan nasional, seperti program Makan Siang Gratis.
“Ini membuktikan bahwa Kabupaten Malang siap memenuhi kebutuhan pangan masyarakat melalui inovasi di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan kehutanan,” tegasnya.
Didik menjelaskan, potensi agrobisnis yang di miliki Kabupaten Malang sangat besar. Dengan luas wilayah 347,3 ribu hektar, termasuk 74,5 ribu hektar lahan padi dan 54,7 ribu hektar lahan jagung. Di sektor perikanan, hasil tangkapan ikan nelayan mencapai 20,6 ribu ton, sementara produksi daging sapi mencapai 47,2 ribu ton.
Berbagai program inovatif juga diterapkan di tingkat komunal, seperti “Kandang Komunal” dan “Kolega Mas Kumis”, serta di tingkat kabupaten, seperti “Gerakan Pangan Murah” dan “Gerakan Subuh Keliling”.
Didik berharap, penghargaan ini memotivasi desa-desa lain untuk melahirkan inovasi serupa dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pangan.
Selain Kabupaten Malang, penghargaan serupa juga diberikan kepada kabupaten lain di Jawa Timur, termasuk Tulungagung, Pasuruan, Probolinggo, dan Kediri. (yog/ian)






