Pasuruan (beritajatim.com) – Program makan siang gratis yang digencarkan oleh Presiden Prabowo harus mendapat dukungan dari semua pihak di seluruh Indonesia. Dalam program ini, pemerintah pusat akan mendukung dengan menyiapkan makanan yang bergizi dengan memasukkan susu dalam program tersebut.
Seperti diketahui salah satu wilayah produsen susu terbesar di Jawa Timur ini berada di Kabupaten Pasuruan. Puluhan ribu sapi perah yang berada di seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan siap melakukan suplai susu untuk mencukupi kebutuhan susu di Jawa Timur, bahkan di luar Jawa sekalipun.
Salah satu peternak sapi bernama Rudi yang berlokasi di Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa dirinya setiap pagi dan sore bisa menghasilkan sedikitnya 50 liter susu. Susu yang berhasil diperahnya ini kemudian dibawanya ke koperasi untuk kemudian didistribusikan di seluruh Indonesia.
“Kalau merah susunya itu pagi dan sore, kalau kondisi sapinya bagus susu yang dihasilkan akan semakin banyak. Mangkanya kami para peternak juga terus berusaha untuk menjaga kesehatan sapi,” katanya.
Rudi juga mengatakan bahwa dirinya dan sejumlah peternak lain sempat hampir putus asa dikarenakan adanya penyakit yang menyerang hewan ternaknya. Penyakit mematikan yang bernama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) sempat melanda peternak di Kabupaten Pasuruan.
Setiap bulannya hewan ternak di Kabupaten Pasuruan tercatat meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan oleh virus yang terbang dan masuk dalam saluran pernafasan ternak. Terhitung pada bulan Juli 2022 lalu kasus PMK di Kabupaten Pasuruan 7.147 ekor ternak terjangkit penyakit mematikan tersebut.
Untungnya pada tahun 2023 lalu, kasus penyakit yang menyerang hewan ternak ini sudah mulai menurun dan bisa dikatakan menghilang. Hilangnya virus mematikan ini tak jauh dari sentuhan pemerintah yang gencar menggelontorkan vaksin kepada ternak yang masih belum terjangkit.
Bahkan pada tahun 2022 lalu Ketua DPR RI Puan Maharani juga sempat berkunjung di Kabupaten Pasuruan untuk memberikan 1000 dosis vaksin untuk ternak masyarakat. Pada tahun yang sama BNPB juga memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta kepada peternak yang sapinya meninggal dunia.
Tak ingin kalah, para siswa di SMKN Puspo, Kabupaten Pasuruan juga menemukan prebiotik untuk ternak yang bisa menambah daya tahan imun oleh ternak. Ninuk Merdiana Oktaviana, guru pendamping siswa SMK Puspo, menyatakan jika penemuan terkait probiotik ini dibuat dari bahan organik.
Selain melindungi dari bakteri dan virus, probiotik ini bisa menambah nafsu makan dan memperbaiki peradangan organ dan pencernaan ternak. Jadi diharapkan prebiotik ini bisa menambah daya tahan tubuh ternak.
Dengan banyaknya dukungan ini, pada awal 2024 pertumbuhan ternak sapi di Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan. Bahkan pada Idul Adha tahun 2024 melalui Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan menyatakan bahwa hewan ternak di Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan, Aiunur Lafia mengatakan bahwa dengan semakin baiknya kesehatan hewan di Kabupaten Pasuruan pihaknya akan siap untuk mendukung program ketahanan pangan dari Presiden Prabowo. Namun terdapat permasalahan yang timbul selain wabah penyakit.
Hal ini dikarenakan selama ini peternak sapi yang menyetorkan hasil susu perahnya langsung dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD). Dari sini para ketua koperasi langsung bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar untuk terus menyuplai susu sapi hasilnya.
“Kalau kami dari Pemkab ditugasi pasti akan siap, namun selama ini kan yang mengelola hasil susu perah itu langsung masuk KUD, dan mereka sudah ada perjanjian selama beberapa tahun. Kalau diputus begitu saja, nanti peternak juga pasti akan berpikir ulang,” ungkapnya.
Fia menjelaskan bahwa pada tahun 2023 lalu pihaknya sudah mendata keseluruhan sapi perah dan sapi potong yang berada di setiap kecamatan Kabupaten Pasuruan. Untuk sapi perahnya sendiri tercatat ada sekitar 90.096 ekor, sementara untuk sapi potongnya ada kurang lebih 94.415 ekor sapi.
Sedangkan untuk penghasilan susu pada tahun 2023 lalu Pemkab Pasuruan bisa menghasilkan sekitar 97 ton susu perah. Perolehan paling banyak dihasilkan di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan dengan perolehan 29 ton susu per tahun kemudian disusul dengan Kecamatan Puspo dengan jumlah susu sapi perah mencapai 16 ton susu per tahun.
Dengan jumlah tersebut, hasil susu sapi perah ini bisa membantu pemerintah pusat untuk mewujudkan program makan siang gratis yang di dalamnya terdapat susu sapi untuk menambah protein. (ada/ian)







