Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebuah rumah di Dusun Pendem, Desa/Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, rata dengan tanah akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Kamis (31/10/2024) sekitar pukul 16.45 WIB.
Bencana hidrometeorologi berupa hujan disertai angin kencang itu menimpa rumah milik Teguh Santoso (47), warga RT 015 RW 006 Dusun Pendem, Desa/Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.
Kapolsek Temayang Polres Bojonegoro, AKP Eko Suwanto, menjelaskan bahwa rumah yang roboh tersebut sebagian besar terbuat dari bata ringan di bagian bawah dan kayu jati yang masih dalam tahap pembangunan.
“Saat kejadian, pemilik rumah sedang bekerja sebagai kuli bangunan di Desa Kedungsari, sementara keluarganya berada di rumah lama yang terletak di sebelah kiri rumah yang roboh,” ujar AKP Eko Suwanto.
Menurut keterangan Leo (36), yang merupakan perangkat desa setempat, dan Samijan (51), seorang petani, angin kencang dan hujan lebat tiba-tiba datang sekitar pukul 16.30 WIB dan menghancurkan rumah tersebut hingga rata dengan tanah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, rumah berukuran 5×13 meter itu memiliki atap genteng tanah liat yang hancur bersama dengan sebagian besar struktur bangunan.
“Kerugian material ditaksir mencapai Rp 15 juta. Kami masih melakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek Temayang, AKP Eko Suwanto.
Selain merobohkan satu rumah, hujan deras disertai angin kencang tersebut juga menumbangkan sejumlah pohon hingga menutup akses jalan raya. Ada 15 pohon yang dilaporkan tumbang di enam titik yang menutup akses jalan raya
Yakni, di Jalan Raya Temayang – Bubulan, jalan raya Dander – Ngasem, turut Desa Ngunut, pertigaan akses wisata Kayangan Api turut Jalan Dander – Ngasem, dan ruas jalan Paldaplang – Sekar. “Pohon tumbang sudah dievakuasi dan jalan sudah bisa dilalui kendaraan,” ujar Kabid Pemadaman dan Penyelamatan, Dinas Damkarmat Bojonegoro, Zaenul Ma’arif. [lus/ian]







