Surabaya (beritajatim.com) – Siswa SMAN 5 Surabaya meraih tiga penghargaan di The Macao International Innovation & Invention Exposition (MiiEX) yang berlangsung pada 25-27 Oktober 2024 lalu.
Dalam kompetisi ini, mereka bersaing dengan lebih dari 20 negara, termasuk Romania, Korea, dan China. Tim SMAN 5 berhasil membawa pulang Gold Medal MiiEX, Special Award Diploma of Excellence dan Gold Medal dari Technical University Romania, serta Special Award The Best International Invention Award dari Hong Kong Dream Technology and Innovation Society.
Tim yang terdiri dari Devan Ahmad Hernofernanda, Nazmy Shaleh Arvandanish Zavier, Rafif Salman, Aditya Ahmad, Wafy Saleh, dan Syauqi Nabil Ahmad mengembangkan inovasi bernama Sea OSPOD (Oils Spill Purification and Observation Device). Alat ini dirancang untuk memurnikan air laut yang tercemar limbah minyak.
Ketua tim, Devan Ahmad menjelaskan bahwa ide inovasi ini muncul dari membaca artikel mengenai pencemaran minyak di laut. Alat yang dikembangkan menggunakan jaring superoleofilik untuk menangkap minyak tanpa menyerap air. “Kami menggunakan mesh yang dilapisi dengan zinc untuk menangkap minyak,” jelasnya, Rabu (30/10/2024).
Tim ini juga menggunakan drone untuk mendeteksi pencemaran minyak. Drone akan mengirim sinyal ke kapal jika menemukan minyak, yang kemudian akan membersihkannya.
Untuk menguji efektivitas alat, mereka membuat kolam laut buatan dengan pH yang disesuaikan dengan air laut asli, bekerja sama dengan Sekolah Robot Indonesia dan ITS. Hasil pengujian menunjukkan alat dapat mereduksi pencemaran hingga 100 persen memakai metode box counting.
Devan menambahkan bahwa timnya telah mengembangkan algoritma untuk mengidentifikasi minyak di laut, dan rencananya ke depan, penggunaan drone akan beralih ke mode autopilot. Inovasi ini merupakan bagian dari program One Student One Talent di SMAN 5 Surabaya, yang mendorong siswa untuk berinovasi sesuai minat mereka.
Dalam setahun, lebih dari 20 karya inovasi telah dihasilkan dan diperlombakan di berbagai tingkat. Saat ini, siswa juga tengah mempersiapkan kompetisi OPSI yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.
Kepala SMAN 5 Surabaya Sukirin mengungkapkan, program ini fokus mendorong siswa untuk berinovasi dan berprestasi di tingkat nasional dan internasional. “Kami berusaha membiasakan siswa bersaing dengan kompetitor unggul, dan hasilnya, mereka berhasil mengharumkan nama sekolah dan daerah,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai memberikan apresiasi atas prestasi tersebut. Ia menekankan pentingnya budaya inovasi di kalangan pelajar, yang terbukti melalui banyaknya prestasi siswa Jawa Timur baik di tingkat nasional maupun internasional.
Aries menegaskan bahwa budaya berpikir kritis untuk memecahkan masalah harus terus didorong di kalangan pelajar. “Selamat kepada anak-anakku. Terus semangat untuk berinovasi dan berprestasi,” ungkapnya. [ipl/kun]






