Gresik (beritajatim.com)- Steefan Keltjes mengundurkan diri dari kursi pelatih Gresik United. Mundurnya mantan asisten pelatih Bali United itu tidak lepas dari hasil minor saat melawan Deltras FC Sidoarjo yang berakhir imbang 1-1.
Saat dikonfirmasi beritajatim.com, anak kandung almarhum legenda mantan pemain timnas Rudy William Keltjes tersebut membenarkan telah mengajukan pengunduran diri ke manajemen Gresik United.
“Soal masa depan saya di Gresik United. Saya sudah sampaikan permohonan undur diri. Untuk detailnya bisa ditanyakan ke manajemen,” ujarnya, Selasa (29/10/2024).
Pelatih bertubuh jangkung itu juga menjelaskan hasil seri 1-1 kemarin, masih lebih baik dari tahun lalu. Dimana, Gresik United menelan kekalahan dua kali bermain di kandang maupun di luar kandang.
“Laga melawan Deltras FC, pemain kami menguasai pertandingan, dan seharusnya bisa menang. Namun, di menit akhir pemain lengah. Sehingga kami gagal mendapatkan tiga poin,” ungkapnya.
Steefan Keltjes menuturkan, selama menjalani laga kandang (home), timnya bukan bermain di kandang sendiri melainkan di Stadion Tuban Sport Center.
“Kesempatan berlatih di stadion tersebut sangat sedikit, hanya saat official training (OT) saja tim beradaptasi di stadion tersebut,” tuturnya.
Dengan mundurnya Steefan Keltjes sebagai juru racik, manajemen Gresik United akan terus berhitung mencari pengganti pelatih berlisensi A AFC itu.
Di tangan Steefan Keltjes, Gresik United masih bertengger di peringkat lima grup C dengan raihan 8 poin. Skuad berjuluk laskar Joko Samudro itu melakoni 2 kali menang, 2 kali seri, dan 2 kali kalah. [dny/suf]







1 Komentar
Mengundurkan diri dari GU sdh tepat, Krn tdk ada kemajuan. GU bisa ditangani oleh pelatih dr Gresik seperti Widodo CP atau Arifin/ kombo, yg LBH familiar dg materi GU Krn mereka adalah warga Gresik dan mantan pemain klub di Gresik