Jember (beritajatim.com) -Dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi inklusif dan percepatan transformasi digital di sektor keuangan, GenBI QRIS Jember mengadakan acara QRIS Goes To Village bertema “Support the Business of Village Residents by Digitizing Transactions with QRIS”. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sosialisasi penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) serta pengenalan peran bank sentral kepada masyarakat desa pada Senin, 14 Oktober 2024, bertempat di Balai Desa Jenggawah, Kabupaten Jember.
Acara ini dihadiri oleh 24 perangkat desa, Kepala Desa Jenggawah, dan Dewan Komisariat GenBI Jember. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat desa mengenai manfaat QRIS dan cara penggunaannya dalam mendukung transaksi yang mudah dan aman. Selain itu, para peserta juga mendapatkan penjelasan tentang pentingnya peran bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Vania Salsabila Alfiana, Dewan Komisariat GenBI Jember, dan Magista Sakinah, Team Leader GenBI QRIS. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh Salman Al Farizi, anggota aktif GenBI Jember, yang membahas peran Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam menjaga kestabilan ekonomi.
“Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nilai mata uang, inflasi, dan sistem pembayaran,” ujarnya.
Materi kedua disampaikan oleh Magista Sakinah yang menjelaskan QRIS sebagai solusi transaksi digital bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Ia menekankan bahwa QRIS memungkinkan pembayaran yang aman, praktis, dan efisien hanya dengan satu kode QR yang bisa digunakan di berbagai platform.
“Dengan QRIS, transaksi menjadi lebih praktis dan risiko uang palsu bisa diminimalisir. Hal ini sangat membantu para pedagang dan pelaku usaha kecil di desa,” jelasnya.
Selain memaparkan manfaat QRIS, Magista juga mendorong pemanfaatan QRIS di sektor wisata dan layanan pemerintahan desa untuk memudahkan layanan publik. Diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti peserta dengan antusias, salah satunya Bapak Sugiono yang bertanya mengenai biaya MDR yang dikenakan kepada pengguna QRIS.
“Biaya Merchant Discount Rate (MDR) yang dibebankan pada pedagang bisa dialihkan kepada pembeli melalui biaya admin, sehingga pedagang tetap dapat meraih keuntungan.” ucapnya.
Acara diakhiri dengan penghargaan kepada tiga peserta teraktif serta dokumentasi penyerahan cinderamata kepada perangkat desa. Seluruh peserta dan panitia juga berfoto bersama sebagai penutup acara.
GenBI QRIS berharap sosialisasi ini mendorong masyarakat dan pelaku UMKM di Desa Jenggawah untuk menggunakan QRIS sebagai bagian dari transaksi harian. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen GenBI QRIS untuk mendukung ekonomi inklusif dan mempercepat adopsi transaksi digital di berbagai daerah. (aga/ted)






