Bojonegoro (beritajatim.com) – Angkutan bus sekolah gratis menjadi salah satu program pasangan calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) Bojonegoro Setyo Wahono-Nurul Azizah jika terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Program tersebut dinilai bisa mengurangi beban belanja rumah tangga, polusi udara, meningkatkan pendapatan bagi sopir angkot yang sudah mulai sepi penumpang, sekaligus meningkatkan keselamatan siswa di jalan raya.
Salah seorang pelajar di Bojonegoro, Andreansyah menyambut baik program bus sekolah gratis tersebut.
“Kalau saya lihat, di negara-negara maju juga demikian. Tak ada salahnya di Bojonegoro juga diterapkan Bus Sekolah,” ujarnya, Minggu (27/10/2024).
Pada jam padat kendaraan, seperti pagi saat berangkat dan pulang sekolah, jalanan selalu ramai. Bahkan seperti di Jalan Panglima Polim selalu macet okeh para pelajar. “Bus Sekolah di Kota Bojonegoro itu sangat perlu dan sangat dibutuhkan,” kata Fakhrul Rozi.
Ia menambahkan, urgensi Bus Sekolah di Bojonegoro, benar-benar terasa, cukup dengan melihat kondisi Jalan Panglima Polim saat pagi atau sore hari. Sebab, hampir di tiap jam-jam sekolah, banyak motor para pelajar memenuhi jalan raya hingga memicu kemacetan.
Sementara Politisi Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto mengatakan, keberadaan Bus Sekolah menjadi penting di tengah banyaknya para pelajar yang berkendara motor sendiri. Tidak sedikit pula, pelajar yang menjadi korban kecelakaan di jalan.
“Atas dasar itulah, pasangan Setyo Wahono dan Nurul Azizah menyiapkan Bus Sekolah gratis bagi pelajar,” kata Supri.
Supri menjelaskan, keberadaan Bus Sekolah dianggap penting untuk menekan jumlah kendaraan di jalan. Selain itu, ditradisikannya pelajar naik Bus Sekolah memiliki dampak positif meminimalisir kecelakaan di jalan. Karena itu, dia berharap, selain diadakan, juga harus ditradisikan.
Cabup Setyo Wahono dalam program unggulannya telah menyiapkan program Bus Sekolah. Yaitu sistem penyediaan transportasi khusus pelajar, dalam rangka berangkat ke sekolah. Program ini, menurut Wahono, ditujukan untuk mengurangi beban belanja rumah tangga.
“Selain itu, program ini juga untuk menjaga keselamatan siswa saat berada di jalan raya,” tegas anak guru SDN di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini. [lus/aje]






