Banyuwangi (beritajatim.com) – Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus memanfaatkan masa kampanye dengan aktif turun ke lapangan untuk bertemu langsung dengan warga. Langkah ini dilakukan sebagai cara nyata untuk merebut hati masyarakat serta mendengarkan secara langsung masalah, kritik, dan usulan yang menjadi perhatian warga.
Dalam setiap kunjungannya, Ipuk yang berpasangan dengan Mujiono, berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga Banyuwangi.
“Meskipun angka kemiskinan sudah turun, namun intervensi terus diperlukan agar warga Banyuwangi benar-benar sejahtera,” ujar Ipuk Fiestiandani.
Salah satu program unggulan yang menjadi fokus Ipuk adalah program Padat Karya. Program ini dinilai efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga, khususnya di kalangan petani di wilayah Kalibaru dan Glenmore. Program tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro yang mendapat bantuan alat usaha, pelatihan, dan akses permodalan dari pemerintah.
“Pemkab Banyuwangi terus meluncurkan berbagai program bantuan kepada pelaku usaha mikro, seperti pelatihan hingga akses permodalan. Semua ini untuk mendukung peningkatan ekonomi warga,” jelas Ipuk.
Ipuk Fiestiandani juga menekankan pentingnya asas gotong royong dalam mengentaskan kemiskinan. Berkat sinergi dari berbagai pihak, angka kemiskinan di Banyuwangi berhasil turun menjadi 6,54 persen pada tahun 2024, angka terendah dalam sejarah Banyuwangi.
“Angka tersebut turun dari 7,34 persen pada 2023, dan InsyaAllah kami akan terus mengupayakan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya.
Ipuk berjanji akan terus mendengarkan suara masyarakat dan mengimplementasikan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan warga, dengan tujuan akhir menjadikan Banyuwangi lebih sejahtera. [rin/beq]






