Gresik (beritajatim.com) – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Rudy William Keltjes, mantan pemain Timnas Indonesia di era 1980-an dan legenda Niac Mitra, meninggal dunia pada Rabu (23/10/2024) di RS William Booth Surabaya.
Sosok yang juga dikenal sebagai ayah pelatih Gresik United, Stefan Keltjes, menghembuskan napas terakhirnya setelah dedikasi panjang untuk dunia sepak bola tanah air.
Rudy Keltjes, kelahiran Situbondo, Jawa Timur, telah dikenal luas sebagai pemain dan pelatih berpengaruh. Selain pernah membela Timnas Indonesia, Rudy juga memperkuat klub-klub elit seperti Niac Mitra dan Persebaya Surabaya. Kariernya sebagai pelatih mencatat jejak di sejumlah klub besar, termasuk Persebaya dan Persipura.
Sebagai pelatih yang disiplin dan tegas, Rudy Keltjes menurunkan banyak ilmunya kepada sang anak, Stefan Keltjes, yang saat ini menukangi Gresik United di kompetisi Liga 2.
Gaya kepelatihan Stefan yang disiplin dan pekerja keras diakui banyak pihak sebagai cerminan dari apa yang dia pelajari dari sang ayah.
Kecintaan Rudy Keltjes terhadap sepak bola juga tampak dalam kebiasaan almarhum mendampingi anaknya saat latihan, bahkan berdiskusi tentang sepak bola setelahnya.
“Segenap keluarga besar Gresik United mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Rudy William Keltjes, ayahanda dari coach Stefan Keltjes,” ungkap Harris Bahasuan, Manager Gresik United.
Kepergian Rudy Keltjes tak hanya menyentuh hati keluarga, tetapi juga para mantan pemain yang pernah bekerja dengannya. Widodo C. Putro, mantan striker timnas dan Petrokimia Putra Gresik, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada almarhum.
“Om Rudy adalah sosok yang disiplin dan tegas. Ia yang pertama kali mengajak saya menjadi asisten pelatih, dan dari situ saya banyak belajar,” kenang Widodo.
Widodo juga mengungkapkan bahwa Rudy Keltjes selalu menekankan pentingnya respek, terutama kepada pemain muda. “Om Rudy selalu menanamkan nilai untuk menghargai sesama pemain. Itu hal yang saya ingat betul dari almarhum,” ujarnya.
Rudy William Keltjes akan selalu dikenang sebagai salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi sepak bola Indonesia, baik sebagai pemain maupun pelatih. Sikap disiplin, kerja keras, dan respek yang ia tanamkan kepada pemain muda merupakan warisan berharga yang akan terus hidup dalam dunia sepak bola Indonesia. [dny/ian]






