Jakarta (beritajatim.com) – Sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan putusan terkait pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan Liga 1 2024/2025 dan EPA Liga 1 2024/2025.
Dua kasus mencolok melibatkan klub Persebaya Surabaya dan salah satu pemain muda mereka, Kenzo Albar Fayruz Gustaf.
Dalam laga yang berlangsung 27 September 2024, Persebaya Surabaya menghadapi Dewa United. Sayang, insiden tak terduga terjadi saat penonton melemparkan botol kemasan air mineral ke arah perangkat pertandingan.
Tindakan tersebut dinilai sangat merugikan sportivitas dan keselamatan di lapangan. Akibatnya, klub Persebaya dijatuhi denda sebesar Rp20.000.000,- sebagai bentuk tanggung jawab atas perilaku suporter mereka.
Selain itu, Kenzo Albar Fayruz Gustaf, pemain dari Persebaya Surabaya U16, juga mendapatkan perhatian setelah terlibat dalam insiden pada pertandingan melawan PSM Makassar U16 pada 6 Oktober 2024.
Dalam laga tersebut, Kenzo mendapat kartu merah langsung karena menghalangi tim lawan mencetak gol. Sebagai sanksi, ia dikenakan larangan bermain selama satu pertandingan dan denda sebesar Rp 5.000.000,-.
PSSI menegaskan pentingnya menjaga integritas kompetisi dan disiplin di lapangan. Semua pihak diharapkan dapat mengambil pelajaran dari insiden ini demi kemajuan sepak bola Indonesia yang lebih baik. (faw/kun)






