Bojonegoro (beritajatim.com) – Puluhan rumah di enam kecamatan di Kabupaten Bojonegoro roboh disapu angin kencang pada Minggu malam (13/10/2024).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Laela Noer Aeny mengatakan, dampak angin kencang yang menerjang membuat sejumlah rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Data yang dihimpun BPBD Bojonegoro menyebut, enam kecamatan yang terjadi angin kencang yakni di Kecamatan Gayam, Purwosari, Temayang, Sugihwaras, Sukosewu, dan Kecamatan Margomulyo.
Di Kecamatan Gayam, dua rumah warga di Desa Mojodelik rata dengan tanah. Dua rumah warga itu milik Gangsar (40) dan Rasni (61) warga Dusun Glendengan RT 18 RW 04 Desa Mojodelik Kecamatan Gayam.
“Selain dua rumah yang roboh, 10 rumah lainnya mengalami rusak ringan dengan kondisi genteng tersingkap, dan pendopo bangunan juga roboh,” ujarnya, Senin (14/10/2024).
Di Kecamatan Purwosari, rumah RTLH milik Suwandi (65) asal Dusun Tlatah RT 02 RW 01 Desa Tlatah Kecamatan Purwosari rata dengan tanah. Seperti halnya dialami Kasmani (70) asal Dusun Kajangan RT 16 RW 04 Desa Jono Kecamatan Temayang.
Di Kecamatan Sugihwaras, angin kencang terjadi di Desa Glagahwangi yang menyebabkan sejumlah rumah alami rusak ringan. Kemudian di Desa Kalicilik Kecamatan Sukosewu, delapan bangunan rusak ringan.
Sedangkan, di Desa/Kecamatan Margomulyo satu rumah milik Gunadi warga Dusun Batang RT. 01 RW. 07 Desa/Kecamatan Margomulyo rusak berat usai disapu angin disertai hujan lebat.
Fenomena hujan disertai angin kencang tersebut kerap terjadi saat musim pancaroba atau peralihan musim. Sehingga, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati jika terjadi kondisi tersebut.
Sesuai prakiraan BMKG, musim hujan di Kabupaten Bojonegoro akan terjadi pada akhir September 2024 hingga minggu ketiga bulan Oktober 2024. Sedangkan, puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari 2025. [lus/beq]






