Bondowoso (beritajatim.com) – Sengketa kepengurusan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) masih terus memanas. Terkini, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengambulkan gugatan pembanding dari kubu Teguh Sumarno.
Alhasil, kepengurusan PB PGRI di bawah kepemimpinan Unifah Rosyidi dinyatakan gugur karena hukum dan tergantikan oleh Teguh Sumarno cs.
Hasil keputusan ini langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan pengurus ke jajaran bawah. Mulai dari Pengurus Wilayah di tingkat Provinsi, Daerah untuk Kabupaten/Kota hingga Cabang atau tingkat kecamatan.
Humas PB PGRI, Ilham Wahyudi mengaku sudah berkeliling ke sejumlah daerah untuk mengikuti banyak pengukuhan dan pelantikan PGRI di daerah.
“Kemarin-kemarin kita disebut PGRI abal-abal. Loh, kalau abal-abal kok malah menang di PTUN?,” seloroh Ilham Wahyudi di sela pelantikan pengurus cabang di Graha NU, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso, Sabtu (12/10/2024).
Ilham menjelaskan kronologi dan dasar hukum sahnya kepengurusan PGRI kubu Teguh Sumarno. Ia menjadi saksi atas pelantikan 17 dari 23 calon pengurus cabang PGRI se Kabupaten Bondowoso.
Ketua PGRI Kabupaten Bondowoso, Sugiono Eksantoso menyebut bahwa sisa 6 calon pengurus cabang yang belum dilantik akan menyusul.
“Mereka tidak bisa datang karena faktor jarak yang jauh. Kedua, ada yang dilarang oleh kepala sekolah. Khawatir ada apa-apa katanya. Padahal ini kan hanya organisasi profesi,” kata Sugiono.
Oleh sebab itu, pasca pelantikan pengurus cabang ini, maka pihaknya ke depan akan memasifkan sosialisasi hingga ke tingkat bawah. “Karena ini organisasi legal. Jadi kita akan sosialiasasikan agar para guru tahu,” tuturnya.
Dalam kepengurusannya, Sugiono merekrut para guru dari seluruh lapisan. Ia menilai hal ini berbeda dengan PGRI versi sebelumnya yang didominasi oleh guru SD. “Kalau kepengurusan sekarang ada juga guru TK, PAUD, SMP dan lainnya. Karena harus mengakomodir semua,” ucapnya.
Kendati demikian, Sugiono mengaku tidak terlalu mementingkan kepengurusan PGRI yang lama untuk diajak ke PGRI di bawah kepemimpinannya.
“Otomatis mereka kan gugur secara hukum. Dan kami tidak akan merekrut mereka. Karena (mereka) tidak mendukung saat pak Teguh berjuang. Jadi kita perbarui. Selama ini kan mereka ada di zona nyaman,” sentil Sugiono.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bondowoso ini berjanji akan meningkatkan kompetensi guru agar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sama-sama bisa berprestasi.
“Perlu inovasi dan pemberian support dan motivasi kepada para guru. Kami selanjutnya akan bersinergi dengan Dinas Pendidikan,” katanya.
Selain itu, PGRI Bondowoso di bawah kepemimpinan Sugiono juga telah membentuk Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH).
“Ini untuk mencegah para guru tersandung kasus hukum. Apabila ada kasus, nanti LKBH yang akan mendampingi. Jadi guru tidak dibiarkan begitu saja,” pungkasnya. [awi/suf]







5 Komentar
Selamat Kepengurusan PGRI Bondowoso yg baru semoga jaya
Selamat berjuang untuk guru PGRI Bondowoso
Masih ada yang percaya
Masih ada yang percaya
Kantornya dimana