Bojonegoro (beritajatim.com) – Akses ekonomi di wilayah selatan Bojonegoro tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan dukungan kebijakan pemerintah. Program unggulan ini digagas oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Bojonegoro 2024, Setyo Wahono dan Nurul Azizah.
Berdasarkan data dari Program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) Kemenko PMK, wilayah Bojonegoro selatan, terutama di area pinggir hutan dan perbatasan seperti Tambakrejo, Kedungadem, Ngraho, Margomulyo, dan Sekar, merupakan kantong kemiskinan.
Anggota tim pemenangan Setyo Wahono-Nurul Azizah, Joko Purwanto menekankan pentingnya pendekatan kebijakan terintegrasi dalam membuka akses ekonomi wilayah selatan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tanpa kesiapan SDM hanya akan menimbulkan masalah baru. Dia mengingatkan agar Bojonegoro tidak mengikuti jejak Tuban, yang meskipun infrastrukturnya maju, tingkat kemiskinannya tetap tinggi akibat kurangnya pengembangan SDM dan kebijakan hilirisasi yang memadai.
Sementara politisi Partai Gerindra Bojonegoro, Sally Atyasasmi, juga menekankan bahwa pembangunan wilayah selatan harus diiringi dengan penyediaan fasilitas dasar seperti rumah sakit, sekolah, dan pasar. Menurutnya, pembangunan jalan yang baik saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan peningkatan layanan publik yang memadai.
Pasangan Wahono dan Nurul berencana membangun pusat distribusi di wilayah selatan Bojonegoro, yang diharapkan mampu meningkatkan harga jual produk lokal dan memicu perkembangan ekonomi baru. Selain itu, mereka juga mengusulkan pembangunan jalan yang terhubung dengan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan dan mendorong pembangunan exit tol di Bojonegoro.
Wahono-Nurul juga merencanakan pembangunan jaringan jalan desa berbasis cor rigid atau aspal, dilengkapi dengan jembatan dan saluran air yang memadai. Semua ini bertujuan untuk memastikan wilayah selatan Bojonegoro bisa berkembang secara optimal dan seimbang. [lus/ian]







3 Komentar
Tetap berkelanjutan… Teguh lebih mumpuni
Masih lebih mumpuni Teguh.
Dulu bjn-sekar aja 3 jam sama seperti bjn-surabaya.. Kini cuman 2 jam kurang udah cepat jln mulus..perlu di pertahankan