Ponorogo (Beritajatim.com) – Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Ponorogo kian meluas. Akibatnya, ribuan warga di Bumi Reog terdampak krisis air bersih.
Sehingga untuk mencukupi kebutuhan dasarnya itu, ribuan warga yang terdampak bergantung pada bantuan droping air bersih dari BPBD Ponorogo maupun komunitas yang peduli bencana kekeringan.
“Ada ribuan warga yang terdampak dari bencana kekeringan ini,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetya, Jumat (11/10/2024).
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, dampak kekeringan ini melanda sekitar 1.062 kepala keluarga (KK) atau 2.734 jiwa. Jumlah itu tersebar di 19 dusun di 17 desa yang tersebar di 7 kecamatan di Bumi Reog.
Di mana 7 kecamatan itu, meliputi Kecamatan Pulung, Slahung, Bungkal, Sawoo, Jambon, Sooko, dan Sampung. Agung menyebut bahwa wilayah yang paling parah terdampak kekeringan di antaranya adalah Desa Karangpatihan di Kecamatan Pulung serta beberapa desa di Kecamatan Slahung.
“Wilayah yang parah ini, letak geografisnya berada di dataran tinggi. Sehingga membuat sulitnya akses terhadap sumber air, terutama karena kurangnya sumur dalam yang memadai,” katanya.
Lebih lanjut, Agung memperkirakan bahwa jumlah wilayah dan warga terdampak akan terus bertambah, seiring berjalannya musim kemarau. Meskipun beberapa wilayah telah diguyur hujan, namun nyatanya saat ini curahnya belum merata di seluruh wilayah Ponorogo.
“Sebagian besar wilayah yang mengalami kekeringan meluas karena sumber air yang biasa digunakan warga kini mengering. Sehingga warga terdampak bergantung pada bantuan air bersih,” ujar Agung.
Sejauh ini, BPBD Ponorogo telah mendistribusikan sekitar 1,2 juta liter air bersih kepada warga terdampak. Setiap kali distribusi dilakukan, satu dusun menerima sekitar 12.000 liter air, tergantung pada jumlah warga yang terdampak di wilayah tersebut.
“Kami berharap warga bisa memanfaatkan bantuan droping air dengan baik dan menghemat penggunaannya selama krisis ini berlangsung,” tutup Agung. [end/suf]






