Surabaya (beritajatim.com) – Muhamad Agus (24 tahun), pelajar asal Cengkareng, Jakarta Barat, dilaporkan hilang saat mendaki di Jalur Sekartaji Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk sejak dua hari lalu (9/10).
Ia dikabarkan hilang saat menuruni puncak Limas (Wilis) bersama dua orang temannya, Rabu, pukul 10.00 WIB. Agus mendaki bersama Hari dan Aris.
Pencarian Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan SAR Bojonegoro sudah dikerahkan sejak pendaki (Agus) dilaporkan hilang. Sampai dengan Jumat (11/10) hari ini, 32 petugas Basarnas dan gabungan masih menyisir lokasi jalur pendakian. “32 (petugas) sementara yang terdaftar tim SAR gabungan,” kata Komandan Tim Basarnas Surabaya, Novix Heryadi, Jumat (11/10/24) pagi.
Novix mengungkapkan, dalam pencarian kali ini, petugas dibagi tiga tim. Mereka akan melakukan pencarian di beberapa lokasi terakhir Agus ketika hilang.
“Kita bagi 3 SRU. Tim 1 pencariannya dari puncak Sekartaji sisi kiri sampai titik lost contact korban. Tm 2 dari sisi kanan, tim 3 naik lewat jalur pendakian mencari sisi kanan dan kiri, sampai ke titik lost contact,” rinci Novix Heryadi menjelaskan.
Novix bilang, petugas berencana akan menginap di wilayah Agus saat dilaporkan hilang. Semntara kendala di lapangan adalah banyak ceruk cerukan yang rimbun.
Sedangkan, lanjut Novix, pencarian kemarin hari Kamis (10/10/24) masih nihil atau belum ditemukan jejak ataupun petunjuk meskipun telah dibantu warga menyisir di se- tapak aliran sungai. “Iya sudah tapi lewat jalur saja. Untuk warga nyisir di atasnya gentongan melewati sungai. Belum ada (jejak atau tanda),” tutup dia. [kun]






