Pasuruan (beritajatim.com) – Menanggapi anggotanya keracunan, Kepala Dinas Perhubungan (Diishub) Kota Pasuruan, Andriyanto angkat bicara. Dirinya mengatakan bahwa saat kejadian tersebut terdapat lima orang yang sedang melakukan piket pada terminal pariwisata.
Kelima anggota Dishub tersebut semuanya meminum cairan yang dimasukkan kedalam botol air mineral. Namun dari lima petugas yang meminum tersebut, Hadi Sukamto yang diduga minum paling banyak hingga mengalami muntah-muntah.
Dari keterangan beberapa anggota Dishub Kota Pasuruan tak hanya satu botol air yang berisi cairan air accu, melainkan ada lebih dari lima botol. Bahkan sampai saat ini masih tersisa dua botol air berisi cairan air accu yang tersisa.
“Ada lima orang, dari informasi yang empat juga minum dan katanya rasa airnya berbeda dengan air pada umumnya dan mereka semuanya juga sempat mengalami kurang enak badan. Tapi yang paling parah ya pak Hadi sampai masuk rumah sakit,” jelasnya, Jumat (11/10/2024).
Andriyanto juga mengatakan bahwa saat ini kondisi Hadi sudah mulai membaik, namun masih dalam kondisi lemas. Saat ditanya, Hadi masih merasakan sakit di bagian tenggorokan dan juga perut.
Saat dibawa di RSUD Bangil, Hadi langsung mendapatkan perawatan oleh tenaga kesehatan. Pihak rumah sakit juga sempat mengeluarkan cairan yang yang diduga accu tersebut dari perutnya. Cairan yang dikeluarkan dengan pipet suntik tersebut sebanyak kurang lebih satu botol.
Pihak Dishub Kota Pasuruan dan juga keluarga Hadi sampai saat ini masih menunggu hasil uji lab cairan yang dimunum. “Nanti kalau hasil labnya sudah keluar dan terbukti bahwa itu cairan accu, kami akan melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” tutupnya.
DIketahui sebelumnya, Hadi Sukamto diduga telah meminum cairan air accu hingga membuatnya muntahmuntah hingga dirawat di RSUD Bangil. Kejadian ini terjadi pada Kamis (10/10/2024) sekitar pukul 17.00 saat sedang piket di terminal pariwisata. (ada/kun)






