Lumajang (beritajatim.com) – Kabar gembira datang dari sektor pertanian Kabupaten Lumajang. Bendungan (DAM) Boreng Kelurahan Rogotrunan, adalah infrastruktur irigasi yang vital bagi kawasan Rogotrunan, kini tengah memasuki tahap pembangunan, Kamis (10/10/2024).
Setelah mengalami kerusakan akibat bencana alam pada 2018, bendungan ini diperkirakan akan kembali beroperasi penuh pada Desember mendatang.
Pj. Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengungkapkan bahwa pembangunan bendungan ini telah mencapai progres 15%. Kendati menghadapi tantangan seperti kondisi tanah berpasir dan keterbatasan pasokan material, proyek ini terus berjalan sesuai rencana.
“Kami tidak hanya membangun bendungan, tetapi juga sistem intake pipa untuk menyalurkan air ke sawah. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah ini,” ujar Indah Wahyuni.
Salah satu keunggulan proyek ini adalah penerapan teknologi ramah lingkungan. Penggunaan tanaman palawija sebagai penahan erosi tanah merupakan inovasi yang patut diapresiasi.
Dengan total anggaran sebesar 11,8 miliar rupiah dari APBD Provinsi Jawa Timur, Bendungan Boreng diharapkan mampu mengairi lahan pertanian seluas 278 hektare.
“DAM Boreng ini dikerjakan oleh Provinsi dengan anggaran APBD Provinsi sebesar 11,8 miliar rupiah. Lalu intake-nya ada 1,3 miliar rupiah itu di P-APBD dan bisa langsung mengairi persawahan 278 hektare”
Pembangunan bendungan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Lumajang. [vid/ian]






