Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Emil Elestianto Dardak, bersama istrinya Arumi Bachsin, memulai aktivitas paginya dengan berolahraga di Taman Bungkul, Surabaya, Rabu (9/10/2024). Setibanya di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB, Emil dan Arumi langsung berlari santai mengelilingi area taman yang selalu ramai dengan pengunjung.
Selain berlari, pasangan ini juga berinteraksi dengan warga setempat, berbincang-bincang, dan berfoto bersama mereka. Tak hanya jogging, Emil dan Arumi turut bergabung dalam senam pagi yang digelar di tengah area Taman Bungkul.
Keduanya tampak antusias mengikuti gerakan senam bersama puluhan warga yang memadati taman. Kehadiran mereka disambut hangat oleh masyarakat yang datang untuk berolahraga pagi.
Setelah berolahraga, Emil dan Arumi melanjutkan kegiatan dengan sarapan bersama komunitas ojek online (ojol) pengguna motor listrik di warung Ema Jaya Trenggalek, yang berlokasi tak jauh dari taman. Dalam suasana santai, Emil menikmati hidangan nasi pare usus khas Trenggalek yang disajikan dengan teh hangat, sementara Arumi terlihat menyantap nasi sayur bayam dengan lauk telur.
Sambil sarapan, pasangan ini mendengarkan aspirasi dari para pengemudi ojol terkait berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Emil mengungkapkan, salah satu cerita yang menarik perhatiannya adalah keluhan dari seorang pengemudi ojol tentang pembatalan pesanan fried chicken senilai Rp2 juta.
Pengemudi tersebut kesulitan mengantarkan pesanan dalam jumlah besar dengan motor, yang akhirnya dibatalkan dan menyebabkan pengurangan poin mereka.
“Ini menjadi tantangan bagi mereka. Bagaimana cara membawa pesanan besar dengan motor? Karena pembatalan itu berdampak pada berkurangnya poin. Hal seperti ini yang harus kita pikirkan solusinya,” kata Emil setelah selesai sarapan bersama komunitas ojol.
Selain persoalan pesanan besar, Emil juga menyoroti masalah parkir yang sering menjadi beban tambahan bagi pengemudi ojol. Beberapa tempat mengenakan biaya parkir bagi pengemudi ojol, sementara di tempat lain tidak. Menurut Emil, masalah ini dapat diatasi dengan memberikan penghargaan atau insentif kepada tempat-tempat yang memberikan bebas parkir untuk pengemudi ojol.
“Kita harus memberikan perhatian pada pengemudi ojol yang dikenakan biaya parkir. Harapannya nanti ada penghargaan bagi tempat yang berani memberikan bebas parkir untuk ojol, sehingga biaya kirim bisa lebih murah dan ekonomi bergerak lebih cepat,” jelasnya.
Emil juga menekankan pentingnya memberdayakan perempuan yang kini banyak aktif sebagai pengemudi ojol. Ia melihat bahwa modal awal, seperti untuk menyewa motor listrik, bisa menjadi beban bagi para perempuan pengemudi. Oleh karena itu, Emil mengusulkan adanya program serupa Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE), yang dapat memberikan bantuan modal bagi perempuan agar bisa lebih mandiri secara ekonomi.
“Modalnya bisa untuk sesuatu yang jelas, misalnya untuk menyewa alat seperti motor listrik. Dengan adanya bantuan modal ini, mereka bisa mulai membayar uang muka (DP) dan segera bekerja,” tambah Emil.
Pada kesempatan yang sama, seorang pengemudi ojol perempuan bernama Ida, turut menyampaikan keluh kesahnya mengenai tantangan yang dihadapi komunitas ojol, khususnya terkait kredit yang menjerat para pengemudi sejak masa pandemi Covid-19. Menurut Ida, banyak pengemudi yang kesulitan membayar pinjaman yang mereka ambil untuk bertahan hidup selama masa pandemi.
“Banyak driver ojol yang tidak aktif lagi karena terlanjur mengambil pinjaman saat situasi Covid kemarin. Sekarang mereka kesulitan membayar kredit tersebut,” ungkap Ida.
Ida juga mengapresiasi usulan program makan siang gratis yang dicetuskan oleh pasangan calon presiden Prabowo-Gibran. Program ini, menurutnya, akan sangat membantu keluarga para pengemudi ojol yang memiliki anak-anak.
“Kami juga merasa sangat terbantu kalau nanti program makan siang gratis Prabowo-Gibran bisa terealisasi, karena itu sangat bermanfaat untuk keluarga ojol seperti kami, apalagi yang punya anak-anak,” imbuhnya.
Ia berharap perhatian pemerintah daerah terhadap komunitas ojol tetap berlanjut, terutama dalam mendukung pengemudi perempuan yang terus bertambah. Ida menutup dengan harapan agar pasangan Khofifah dan Emil dapat terus memperhatikan kebutuhan dan aspirasi pengemudi ojol.
“Kami berharap Bu Khofifah dan Pak Emil tetap memperhatikan kami, komunitas ojol, dan mendukung kami agar bisa terus bekerja dengan baik,” tutup Ida. [asg/beq]






