Banyuwangi (beritajatim.com) – Rantang Kasih jadi salah satu program yang kemungkinan akan berlanjut jika Ipuk Fiestiandani menjadi Bupati Banyuwangi. Pasalnya, berdasarkan data program itu cukup membantu dan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.
Rantang Kasih membantu warga lanjut usia (lansia) dhuafa sebatang kara. Program tersebut dilakukan dengan memberdayakan warung-warung yang berada di sekitarnya.
“Program-program yang sudah berjalan dan terbukti membawa dampak positif bagi warga , seperti Rantang Kasih ini akan terus kami lanjutkan, tentu dengan berbagai penyempurnaan,” kata Ipuk Fiestiandani, Selasa (8/10/2024).
Ipuk menyebut, tahun 2024 ini menggelontorkan anggaran sekitar Rp 6,1 miliar untuk pemberian rantang kasih bagi 848 lansia. Dana itu, tidak hanya dari Pemkab Banyuwangi, tapi hasil kolaborasi dengan pemerintahan desa, Badan Amil Zakat (Baznas) Banyuwangi, dan CSR dari sejumlah pihak.
“Lewat program ini, semoga tidak ada lansia sebatang kara yang tidak bisa makan. Kalau misalnya ada tetangga yang membutuhkan, perlu segera dilaporkan. Kami juga memberdayakan warung-warung kecil di sekitar rumah penerima agar mereka juga kecipratan rezeki,” terang Ipuk.
Selain pemberian bantuan makan melalui Rantang Kasih, para lansia juga dijamin kesehatannya. Mereka mendapat perhatian dari petugas kesehatan masyarakat melalui Puskesmas setempat.
“Selain itu, para lansia juga akan terus dipantau kesehatannya melalui program jemput bola rawat warga, sehingga lansia tidak perlu datang ke Puskesmas atau Rumah Sakit,” pungkas Ipuk. [rin/suf]







1 Komentar
Di daerah kami bukan warung tapi ASN